Advertisement
Jangan Digubris, Informasi Pengalihan Arus Malioboro Dipastikan Hoaks
Ilustrasi hoaks. - JIBI
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA--Pesan berantai terkait dengan rencana perubahan jalur di kawasan Malioboro beredar luas di masyarakat sejak pekan lalu. Ternyata, pesan tersebut dipastikan hoaks
Dalam pesan berantai yang juga diunggah di sejumlah jejaring media
sosial itu, tertulis soal rencana perubahan jalur di kawasan Malioboro akibat kebijakan pelarangan masuknya kendaraan bermotor ke kawasan Malioboro.
Advertisement
Disebutkan dalam pesan tersebut, Jalan M. Suryotomo sampai Jalan Mataram akan menjadi satu arah ke Utara, Jalan Pasar Kembang jadi satu arah ke Barat, Jalan Gandekan Lor sampai Bhayangkara jadi satu arah ke Selatan dan Jalan Jlagran utara dua arah yang dari barat hanya sampai traffic light Pasar Kembang lalu belok ke selatan.
Pesan berantai tersebut juga menyebutkan semua jalan di sirip Malioboro mulai Jalan Dagen, Jalan Sosrowijayan, Jalan Perwakilan, Jalan Gandekan, Jalan Suryatmajan, Jalan Beskalan, Jalan Ketandan, dan Jalan Reksobayan akan dijadikan dua arah. Rencana uji coba perubahan jalur tersebut akan dilakukan selama sepekan pada pekan ketiga bulan ini.
BACA JUGA
Tak hanya itu, si pengirim pesan pun sesumbar, jika dalam sepekan uji coba yang dilakukan lancar, maka pemangku kebijakan akan menetapkan perubahan jalur tersebut pada 1 Desember. Perubahan itu adalah terkait dengan pelarangan kendaraan bermotor masuk ke dalam kawasan Malioboro. Kendaraan yang boleh masuk hanyalah sepeda kayuh (onthel), becak, bus trans Jogja, dan truk penyemprot tanaman.T
Terkait dengan pesan berantai itu, Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan DIY Anna Rina mengatakan kabar tentang rencana uji coba larangan kendaraan bermotor melewati jalan Malioboro pada Minggu ketiga November ini tidak benar. "Memang ada rencana uji coba tapi waktu dan seperti apa baru kami bahas hari ini. Jadi pesan itu tidak benar," katanya kepada Harianjogja.com, Senin (5/11/2018).
Senada, Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Jogja, Made Golkari Yulianto mengatakan informasi tersebut belum bisa dipertanggungjawabkan. "Kami baru bahas hal itu hari ini. Memang ada rencana seperti itu tapi kewenangan dari Dishub DIY. Biasa kan, zaman sekarang, tahu info sedikit terus di-share, benar atau tidak urusan nomor dua," katanya.
Kabid Humas Polda DIY AKBP Yang juga menilai jika BC tersebut belum final dan masih dibahas. "Nanti kalau sudah final pasti ada pemberitahuan resmi. Yang ngeshare (BC) itu biar dibilang wah, keren," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Prabowo dan Megawati Bahas Isu Geopolitik Global di Istana Jakarta
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Kali Talang hingga Deles Indah Kembali Dibuka 22 Maret 2026
- 1.381 Warga Binaan di DIY Terima Remisi Idulfitri 1447 H
- Ikuti Salat Id di Sendangadi, Danang Maharsa Tekankan Gotong Royong
- Dinkes Bantul Siaga Risiko KLB dan Kasus Keracunan Saat Lebaran
- Posko Ramah Pemudik Gereja Aloysius Gonzaga Dibuka hingga H+5 Lebaran
Advertisement
Advertisement








