Jadwal SIM Keliling Polda DIY Jumat 23 Oktober 2026, Cek Lokasinya
Cek jadwal SIM Keliling Jogja Jumat 23 Oktober 2026 di Godean, SIM Corner JCM dan Ramai Mall, beserta syarat perpanjangan SIM A dan C.
Salah satu wahana yang dihentikan sementara akibat kecelakaan yang menimpa pengunjung, Minggu (11/11/2018) malam.
Harianjogja.com, JOGJA—Sebuah wahana bianglala gagal beroperasi di Arena Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) di Alun-Alun Utara Kota Jogja, Minggu (11/11/2018) malam. Akibatnya sejumlah penumpang nyaris berjatuhan karena gerbong terbalik.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Bianglala berjumlah 18 gerbong dengan ketinggian sekitar 20 meter terisi penumpang di beberapa gerbong. Salah satu gerbong tiba-tiba terbalik sehingga gerbong lainnya menjadi tidak normal mengikuti putaran.
Berbeda dengan bianglala pada umumnya yang gerbongnya tertutup rapat, wahana ini justru terbuka, desain gerbong hanya atap pintu masuk, penutup samping, tempat duduk dan meja. Masih ada celah sekitar 50 sentimeter bagi penumpanya untuk melihat kondisi luar. Celah itulah yang membuat penumpang bisa jatuh saat gerbong terbalik.
“Kalau setahu saya tadi penumpangnya hanya lima orang di gerbong yang terbalik. Salah satunya ada anak balita sama kedua orangtuanya,” kata Toto salah satu petugas keamanan PMPS di lokasi, Minggu malam.
Toto mengatakan, wahana tersebut termasuk baru di sekaten dan baru beroperasi sejak tiga hari terakhir. Dugaannya, ada salah satu penumpang yang bergoyang di dalam gerbong sehingga gerbong terbalik.
“Tidak ada yang jatuh [sampai ke tanah], tidak ada yang luka, tetapi mungkin sedikit syok saja,” ujarnya.
Salah satu pengunjung sekaten Boy Tamala mengaku sebelum kejadian ia sempat menumpang wahana tersebut. Ia merasakan putaran wahana tersebut sudah tidak normal. Selain itu, sehari sebelumnya ia melihat ada beberapa orang yang memperbaiki dwahana tersebut. “Waktu saya naik itu putarannya sudah tidak nyaman agak nggronjal, getar, tetapi tidak ada kejadian [kecelakaan],” ucapnya.
Kapolsek Gondomanan Kompol N. Lotama mengatakan sedang meminta keterangan terhadap pengelola wahana tersebut. Berdasarkan informasi sementara, wahana tersebut baru dioperasikan dan berbeda dengan bianglala lainnya. Ia memastikan tidak ada korban luka dalam peristiwa itu. Setelah kejadian itu satu wahana tersebut sementara dihentikan dan tidak boleh beroperasi demi keamanan.
“Putaran asnya [gerbong] agak ngancing jadi tidak normal, penumpangnya langsung menjerit lalu diberhentikan dan dievakuasi,” kata dia.
Kepala Seksi Pengendalian dan Pengawasan Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jogja Evi Wahyuni mengatakan akan melakukan evaluasi lebih lanjut terkait kejadian itu. Satu wahana tersebut dihentikan sementara.
“Korban syok, untuk wahana dihentikan dulu operasionalnya sampai ada pemeriksaan lebih lanjut,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek jadwal SIM Keliling Jogja Jumat 23 Oktober 2026 di Godean, SIM Corner JCM dan Ramai Mall, beserta syarat perpanjangan SIM A dan C.
Cek kategori desil DTSEN untuk usulan PKH, Program Sembako, dan PBI-JK. Simak cara memeriksa serta memperbarui data bansos.
Gempa bermagnitudo 7,0 mengguncang Tibet, China. Sedikitnya 16 orang tewas, 46 luka-luka, dan ratusan rumah roboh.
MotoGP 2027 akan kedatangan lima rookie. Simak nama Daniel Holgado, David Alonso, Senna Agius, Izan Guevara, dan Nicolo Bulega beserta timnya
Mau membeli mobil listrik? Simak 7 hal penting, mulai dari jarak tempuh, fitur keselamatan, pengisian daya, hingga teknologi baterai.
Marc Marquez menjadi yang tercepat pada FP1 MotoGP Australia 2026 di Phillip Island dengan waktu 1 menit 27,985 detik.