Hyundai Stargazer Siap Mengaspal di Jogja
Hyundai Stargazer resmi hadir di Jogja, setelah sebelumnya diluncurkan oleh PT Hyundai Motors Indonesia (HMID)
Ilustrasi e-KTP./Solopos-M. Ferri Setiawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Data dari sekolah yang kurang valid terkait siswa yang memiliki e-KTP dan kesadaran siswa untuk melakukan perekaman e-KTP dinilai menjadi tantangan tersendiri dalam perekaman data pemilih pemula Pemilu 2019.
Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Gunungkidul Virgilio Soriano mengungkapkan dalam perekaman untuk pemilih pemula meski secara umum terbilang cukup lancar, namun tidak dipungkiri pula ada hal yang menghambat.
“Pertama masalahnya kesadaran dari siswa sendiri untuk perekaman. Kedua kepala sekolah terkadang diminta memberikan data yang belum rekam, malah diberikan data seluruh siswa,” ujar Virgilio, Jumat (16/11/2018).
Selain itu saat ini siswa banyak yang sedang melakukan Praktik Kerja Lapangan (PKL), sehingga sulit saat dilakukan jemput bola di sekolah. Diharapkannya siswa yang sedang PKL tersebut memiliki kesadaran untuk melakukan perekaman.
Sehingga untuk melancarkan perekaman ini diperlukan sinergitas semua pihak. Saat ini dari target 3.000 perekaman untuk pemilih pemula, sudah dilakukan perekaman sekitar 1.200. Sisa yang belum rekam diharapkan selesai sebelum masa Pemilu.
Selain pemilih pemula, Disdukcapil juga tengah menjemput bola untuk perekaman penduduk yang memiliki keterbatasan seperti disabilitas, dan penduduk lanjut usia.
Sebelumnya Komisioner bidang pengawasan, hubungan masyarakat dan hubungan antar lembaga Bawaslu Gunungkidul, Rosita mengharapkan meski, Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) 2 di Gunungkidul sudah ditetapkan, namun masih perlu ada perhatian untuk pemilih pemula yang belum melakukan rekam e-KTP.
“Jangan sampai pemilih pemula hilang hak pilihnya. Kami harapkan dari sekitar 3.000 pemilih pemula itu dapat terakomodir semua. Semoga tahun ini dapat terselesaikan perekaman e-KTP itu,” ujarnya.
Untuk data wajib rekam e-KTP di Gunungkidul saat ini memang kurang sekitar 2%. Dari 608,367 wajib e-KTP, yang sudah melakukan perekaman ada 594,147. Data tersebut terus bergerak, karena diupdate setiap harinya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hyundai Stargazer resmi hadir di Jogja, setelah sebelumnya diluncurkan oleh PT Hyundai Motors Indonesia (HMID)
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.