Ada Serangan Tawon Gung, Kawasan Wisata Gunung Api Purba Nglanggeran Ditutup Sementara

Informasi penutupan Kawasan wisata Gunung Api Purba Nglanggeran, di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Rabu (21/11/2018). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
21 November 2018 13:17 WIB Herlambang Jati Kusumo Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kawasan wisata Gunung Api Purba Nglanggeran, di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk terpaksa ditutup sementara. Langkah tersebut diambil lantaran adanya serangan lebah madu raksasa, yang memiliki nama ilmiah Apis dorsata atau lebih dikenal masyarakat Jawa dengan nama Tawon Gung.

Salah satu pengelola Gunung Api Purba Nglanggeran yang juga merupakan salah satu korban sengatan, Aris Budiyana menceritakan Tawon Gung tersebut pertama kali menyengat salah seorang petani pada Minggu (18/11/2018).

Pada saat mencari rumput di sekitaran puncak Gunung Api Purba Nglanggeran tersebut, petani tersebut awalnya diserang satu tawon saja. Namun karena ketakutan secara reflek petani tersebut membunuh tawon tersebut. Tanpa diduganya, kerumunan tawon lainnya ikut mengejarnya sampai rumah.

Informasi penutupan Kawasan wisata Gunung Api Purba Nglanggeran, di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Rabu (21/11/2018)./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo

Pada hari berikutnya, Senin (19/11/2018) malam pengelola di kawasan wisata ini mendapat kabar adanya wisatawan yang diserang. “Ada enam wisatawan, yang dua sempat dibawa ke Rumah Sakit. Kami antarkan sampai kembali sehat dan dibawa kembali ke rumahnya,” kata Aris kepada awak media, Rabu (21/11/2018).

Setelah adanya beberapa kejadian itu pengelola berinisiatif untuk menutup sementara. Pada Selasa (20/11/2018) pagi dua orang pengelola mencoba mengecek keatas, alhasil salah satu orang petugas terkena sengatan tawon tersebut. Pada siang harinya lima orang pengelola, kembali mencoba naik, termasuk Aris.

Setelah sampai di puncak dan beristirahat, mulai bermunculan Tawon Gung tersebut dan  menyegat empat pengelola yang mencoba memastikan keamanan tersebut. Aris menuturkan meski sudah menggunakan pelindung yang lengkap termasuk mantel, topi dan helm, tawon tersebut tetap bisa menyengat.

Merekapun berlarian untuk menyelamatkan diri kebawah yang jaraknya sekitar 1,5 km. “Sesampainya dibawah itu sejumlah warga yang ingin menolong juga ketakutan juga. Baru setelah agak sedikit tawon tersebut, warga baru berani membantu memberi asap untuk mengusir,” katanya.

Salah satu korban sengatan Aris Budiyana menunjukan bekas sengatan di Kawasan wisata Gunung Api Purba Nglanggeran, di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Rabu (21/11/2018)./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo

Setelah itu mereka berempat dilarikan ke Rumah Sakit. Korban lainnya yang juga merupakan pengelola, Puji Lestari menambahkan dugaan awal sarang tawon tersebut ada di Gunung Bongos yang ada di selatan Gunung Api Purba, karena adanya burung elang ular bido yang berterbangan di sekitar tempat itu diduga sebagai pemangsa tawon tersebut.

Bagian badan yang diserang sendiri mulai dari kepala, tangan, leher dan bagian dan sejumlah bagian tubuh lainnya. Setelah tersengat itu ia dan rekan lainnya merasakan panas, mengigil, terasa kaku dan gatal. Hingga Rabu (21/11/2018) pagipun dua rekan lainnya yang tersengat Suparna dan Triyana masih dirawat di Rumah Sakit.

Sementara itu bagian pemasaran wisata Gunung Api Purba Nglanggeran, Heru Purwanto menuturkan pihak pengelola sudah mulai mengambil langkah untuk menyelesaikan masalah ini, namun dari hasil pencarian yang dilakukan dengan mengajak pawing, belum membuahkan hasil.

Informasi penutupan Kawasan wisata Gunung Api Purba Nglanggeran, di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Rabu (21/11/2018)./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo

“Belum tahu sarang pastinya di mana. Kami mencoba meminta tolong dari pemadam kebakaran juga, mereka kan ada peralatan yang lengkap. Untuk sementara masih ditutup Gunung Api Purba,” katanya.

Meski begitu untuk kawasan wisata di Desa Nglanggeran lainnya seperti Kampung Pitu, Embung Nglanggeran masih tetap beroperasi seperti biasa. Pengunjung yang datangpun diarahkan kesana, demi keselamatan.