Sampah di Parangtritis Membludak Gara-Gara Banjir dan Ulah Wisatawan

Ilustrasi sampah plastik - Picture/Alliance/Photoshot
03 Januari 2019 17:50 WIB Hafit Yudi Suprobo Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Timbunan sampah di kawasan Pantai Parangtritis dan Depok membludak akibat hujan deras serta selepas perayaan Tahun Baru 2019.

Koordinator SAR Kabupaten Bantul Muhammad Arief Nugraha menyatakan terjadi pelonjakan sampah di Parangtritis seiring masuknya musim penghujan.

Lonjakan sampah di Pantai Parangtritis diperparah dengan banjirnya kali Opak, pada Kamis (3/1/2019). Banjir kali opak embawa material samph dari hulu dan bermuara ke pantai.

"Sampah-sampah tersebut terdiri dari sampah plastik, sampah botol bekas air mineral, hingga sandal jepit," kata dia.

Sampah yang ada di Pantai Parangtritis dan Depok tidak hanya berasal dari wisatawan namun juga berasal dari aliran sungai yang mengalir ke Parangtritis dan sampah yang dibawa dari aliran kali Opak menuju ke laut serta disapu oleh gelombang dan pada akhirnya membawa sampah tersebut menuju ke bibir pantai.

Pengelola Pantai Parangtritis juga menyesalkan rendahnya kesadaran wisatawan untuk membuang sampah pada tempatnya, meski pengelola sudah menyediakan tempat sampah.

Kepala Unit Pelaksana Kegiatan Pantai Parangtritis Suranto mengatakan, sampah dari acara pergantian Tahun Baru 2019 mencapai empat ton sampah.

Wisawatan cenderung membuang sampah tidak pada tempatnya. “Walaupun ada sampah yang berasal dari muara sungai, sampah plastik yang berasal dari wisatawan lebih mendominasi,” ungkap Suranto.

Pihak pengelola pantai Parangtritis sampai harus menerjunkan 22 petugas kebersihan untuk membersihkan sampah yang menumpuk di Parangtritis.