Kekeringan Landa 17 Kapanewon di Gunungkidul, 14 Juta Liter Air Bersih Disalurkan
Kekeringan melanda 17 kapanewon di Gunungkidul. Sebanyak 2.811 tangki atau 14,05 juta liter air bersih telah disalurkan.
Ilustrasi kebakaran./Reuters
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Diduga stres dan mengalami gangguan jiwa, SY, 36, warga Dusun Sambirejo, Desa Semanu, Kecamatan Semanu, nekat membakar sepeda motor Suzuki Shogun milik keluarganya, Jumat (21/6/2019).
Sebelum kejadian, keluarga curiga karena SY berperilaku aneh dan tidak mau minum obat. Saat kakak SY bernama Supartinah tengah memasak di dapur, pelaku mengeluarkan sepeda motor dari dalam rumah dan kemudian membakarnya di halaman. “Tahu-tahu api sudah membesar,” kata Supartinah, Jumat. Dia menjelaskan SY sejak lama menderita gangguan jiwa. Upaya perawatan sudah dilakukan, namun SY tak kunjung sembuh.
Supartinah menjelaskan, aksi nekat yang dilakukan SY bukan yang pertama kali. Pada 2017, pelaku juga sempat membakar rumah yang ditinggali.
Kepala Unit Reskrim, Polsek Semanu, Iptu Sujino membenarkan peristiwa pembakaran sebuah motor dengan pelaku SY. Namun berdasarkan informasi dari pihak keluarga, pelaku nekat membakar motor karena mengalami gangguan jiwa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kekeringan melanda 17 kapanewon di Gunungkidul. Sebanyak 2.811 tangki atau 14,05 juta liter air bersih telah disalurkan.
Status manajer Kopdes Merah Putih diperdebatkan. Agrinas menyebut pegawai BUMN dengan PKWT 2 tahun, sementara Dony Oskaria membantah.
Harga emas perhiasan hari ini, Kamis 24 September 2026, stagnan. Harga 24 karat di Lakuemas Rp2,253 juta per gram.
Prakiraan cuaca hari ini dari BMKG menunjukkan hujan ringan di sejumlah wilayah Indonesia, disertai potensi kabut, petir, dan awan tebal.
Wacana kuliah gratis perlu mempertimbangkan perbedaan pengelolaan PTN Satker, BLU dan PTN-BH serta kemampuan fiskal negara.
Amran Sulaiman menegaskan beras ilegal harus diberantas karena merugikan 115 juta petani dan berpotensi mengganggu swasembada pangan.