Bupati Gunungkidul Ajak ASN Nglarisi Pasar Tiap Jumat Awal Bulan
Bupati Gunungkidul memberi ASN waktu 1,5 jam tiap Jumat awal bulan untuk belanja di pasar tradisional dan UMKM.
Ilustrasi rabies
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul meminta masyarakat untuk berhati-hati terkait dengan potensi penularan penyakit hewan kepada manusia. Potensi penyebaran tidak hanya pada antraks, namun juga ada rabies hingga flu burung.
Kepala Seksi Kesehatan Veteriner Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul, Retno Widiastuti mengatakan, kasus suspect antraks yang menyerang manusia di Dusun Grogol IV, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo hasilnya negatif. Hasil ini tidak serta merta kewaspadaan terhadap penularan penyakit dari hewan ke manusia menghilang. Pasalnya, potensi tersebut harus terus diwaspadai.
Menurut dia, selain antraks potensi penyebaran penyakit yang harus diwaspadai adalah flu burung dan rabies. Dari sisi kasus sejak beberapa tahun lalu tidak ada temuan, tetapi DPP terus berusaha mensosialisasikan agar dilakukan antisipasi agar tidak ada penularan.
Retno mencontohkan untuk antisipasi rabies setiap tahun jajarannya memberikan vaksin antirabies terhadap hewan peliharaan seperti anjing, kucing dan kera. Selain itu, juga dilakukan pendataan terkait dengan jumlah populasi hewan yang berpotensi menyebarkan rabies.
Data sementara yang berhasil dikumpulkan, jumlah anjing mencapai 2.183 ekor, kucing 6.983 ekor dan kera sebanyak 436 ekor. Menurut dia, pendataan hanya dilakukan terhadap hewan yang dipelihara manusia. “Untuk yang liar kami kesulitan sehingga tidak didata,” katanya saat ditemui Minggu (23/6/2019).
Menurut dia, pencegahan rabies bisa dilakukan dengan memberikan vaksi secara rutin setiap satu tahun sekali. Pemberian suntikan ini diklaim ampuh untuk mencegah penularan penyakit zoonosis itu. “Kalau rutin divaksin maka tidak mungkin menjadi sumber penyakit. Oleh karennya, kami minta kepada pemilik hewan untuk rutin memberikan vaksin agar terhindar dari penularan karena penyakit rabies tidak bisa disembuhkan,” katanya.
Kepala DPP, Bambang Wisnu Broto, mengatakan jajarannya rutin memberikan vaksin terhadap hewan-hewan peliharaan. Namun demikian, dikarenakan jumlah anggaran yang terbatas tidak bisa menjangkau seluruh populasi hewan yang dipelihara.
Bambang menjelaskan untuk rabies Gunungkidul masuk daerah yang bebas kasus. Namun antisipasi penularan tetap harus dilakukan sehingga predikat bebas bisa terus dipertahankan. “Upaya pencegahan dengan rutin memberikan vaksin. Penyakit ini harus diantisipasi karena setiap orang yang tertular rabies akan mati karena tidak ada obatnya. Jadi bukan hal yang main-main,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Gunungkidul memberi ASN waktu 1,5 jam tiap Jumat awal bulan untuk belanja di pasar tradisional dan UMKM.
Jadwal SIM Keliling Jogja Senin 5 Oktober 2026 tersedia di Alkid dan MPP Balaikota. Cek jam layanan dan syarat perpanjangan SIM.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Selasa 6 Oktober 2026 tersedia mulai dini hari hingga malam. Cek rute dan tarif Rp80.000.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Selasa 6 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KA Bandara YIA Selasa 6 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 6 Oktober 2026 dari Palur ke Jogja/Tugu tersedia 12 perjalanan. Simak jadwal lengkapnya.