Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Suasana peternakan ayam petelur di Karangsari, Pengasih pada Selasa (23/8/2022)/Harian Jogja - Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sedikitnya 7.200 ayam petelur akan dibagikan kepada 12 kelompok masyarakat di Kabupaten Gunungkidul. Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari program ayam merah putih yang dijalankan Pemerintah Pusat.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul, Wibawanti Wulandari mengatakan, program ayam merah putih mulai dijalankan. Setidaknya ada 12 kelompok masyarakat yang terdiri dari kelompok wanita tani, Kelompok tani dan kelompok ternak yang mendapatkan bantuan.
Kelompok penerima bantuan ini tersebar di Kalurahan Karangsari dan Pundungsari di Kapanewon Semin. Selanjutnya diberikan ke kelompok di Kalurahan Karangtengah, Wonosari; Kedungkeris di Kapanewon Nglipar; Kalurahan Watusigar, Ngawen.
Di sisi lain, bantuan juga diberikan untuk kelompok di Kalurahan Ngawu, Playen; Kalurahan Wiladeg dan dua kelompok di Kalurahan Gedangrejo, Karangmojo. Adapun bantuan terdiri dari bantuan 600 ekor ayam petelut untuk setiap kelompoknya.
Menurut Wibawanti, juga ada pembangunan kandang sebagai tempat pemeliharaan ayam-ayam tersebut. Selain itu, juga ada bantuan berupa pakan yang diberikan untuk kelompok untuk tiga bulan di awal pemeliharaan.
“Dengan bantuan masing-masing 600 ekor, maka total ada 7.200 ekor ayam merah putih yang digulirkan di Kabupaten Gunungkidul. Rencananya bantuan langsung diberikan oleh Balai Besar Veteriner Wates ke kelompok masyarakat,” katanya, Kamis (13/11/2025).
Dijelaskan Wibanti, program dari Pemerintah Pusat ini bertujuan untuk mendukung pelaksanaan makan bergizi gratis di Bumi Handayani. Pasalnya, telur-telur yang dihasilkan dari ayam merah putih diharapkan bisa dipasok ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Meski demikian, ia mengakui hingga sekarang masih dalam proses pembuantan kandang untuk pemeliharaan. “Mudah-mudahan berjalan lancar dan masyarakat bisa mendapatkan hasilnya,” katanya.
Salah seorang peternak ayam petelur di Kalurahan Mulo, Wonosari, Eko Ilham mengatakan, sudah mendengar adanya program ayam merah putih di tingkat Pemerintah Pusat. Meski demikian, untuk pelaksanaan program di Gunungkidul belum mengetahui pelaksanaanya.
“Baru tahu di tingkat pusat, untuk realisasi pelaksanaan di daerah belum mengetahui,” katanya.
Ia berharap adanya program ini tidak mengganggu keberadaan peternak ayam petelur. Pasalnya, semenjak digulirkannya program makan bergizi gratis ada lonjakan permintaan terhadap telur ayam.
“Dampaknya sangat terasa dan mudah-mudahan usaha kami bisa tetap berjalan dengan lancar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Pendidikan karakter dinilai tidak cukup hanya diberikan sebagai materi pelajaran di sekolah, tetapi harus dibentuk menjadi kebiasaan
Harga telur di tingkat peternak Kulonprogo hanya Rp18.500-Rp20.700 per kg, sementara pakan naik. Peternak mengaku tombok hingga Rp3 juta.
CCTV dan ciri fisik mengungkap dugaan satu pelaku perusakan Bendera Merah Putih di Bantul dan palang kereta api di Gamping.
PSEL Piyungan ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan 18-20 MW listrik dengan investasi hingga Rp3 triliun.
Dinas Pariwisata (Dinpar) Kota Jogja mendorong pelaku industri pariwisata untuk mengelola sampah yang dihasilkan dari kegiatan usahanya secara mandiri