Tabrak Pembatas, Pemotor Tewas di Jalan Perbatasan Semin-Sukoharjo
Jajaran Polsek Semin mengimbau kepada pengendara terus berhati-hati saat berkendara. Hal ini tak lepas adanya kecelakaan maut di perbatasan dengan sukoharjo.
Suasana peternakan ayam petelur di Karangsari, Pengasih pada Selasa (23/8/2022)/Harian Jogja - Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sedikitnya 7.200 ayam petelur akan dibagikan kepada 12 kelompok masyarakat di Kabupaten Gunungkidul. Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari program ayam merah putih yang dijalankan Pemerintah Pusat.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul, Wibawanti Wulandari mengatakan, program ayam merah putih mulai dijalankan. Setidaknya ada 12 kelompok masyarakat yang terdiri dari kelompok wanita tani, Kelompok tani dan kelompok ternak yang mendapatkan bantuan.
Kelompok penerima bantuan ini tersebar di Kalurahan Karangsari dan Pundungsari di Kapanewon Semin. Selanjutnya diberikan ke kelompok di Kalurahan Karangtengah, Wonosari; Kedungkeris di Kapanewon Nglipar; Kalurahan Watusigar, Ngawen.
Di sisi lain, bantuan juga diberikan untuk kelompok di Kalurahan Ngawu, Playen; Kalurahan Wiladeg dan dua kelompok di Kalurahan Gedangrejo, Karangmojo. Adapun bantuan terdiri dari bantuan 600 ekor ayam petelut untuk setiap kelompoknya.
Menurut Wibawanti, juga ada pembangunan kandang sebagai tempat pemeliharaan ayam-ayam tersebut. Selain itu, juga ada bantuan berupa pakan yang diberikan untuk kelompok untuk tiga bulan di awal pemeliharaan.
“Dengan bantuan masing-masing 600 ekor, maka total ada 7.200 ekor ayam merah putih yang digulirkan di Kabupaten Gunungkidul. Rencananya bantuan langsung diberikan oleh Balai Besar Veteriner Wates ke kelompok masyarakat,” katanya, Kamis (13/11/2025).
Dijelaskan Wibanti, program dari Pemerintah Pusat ini bertujuan untuk mendukung pelaksanaan makan bergizi gratis di Bumi Handayani. Pasalnya, telur-telur yang dihasilkan dari ayam merah putih diharapkan bisa dipasok ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Meski demikian, ia mengakui hingga sekarang masih dalam proses pembuantan kandang untuk pemeliharaan. “Mudah-mudahan berjalan lancar dan masyarakat bisa mendapatkan hasilnya,” katanya.
Salah seorang peternak ayam petelur di Kalurahan Mulo, Wonosari, Eko Ilham mengatakan, sudah mendengar adanya program ayam merah putih di tingkat Pemerintah Pusat. Meski demikian, untuk pelaksanaan program di Gunungkidul belum mengetahui pelaksanaanya.
“Baru tahu di tingkat pusat, untuk realisasi pelaksanaan di daerah belum mengetahui,” katanya.
Ia berharap adanya program ini tidak mengganggu keberadaan peternak ayam petelur. Pasalnya, semenjak digulirkannya program makan bergizi gratis ada lonjakan permintaan terhadap telur ayam.
“Dampaknya sangat terasa dan mudah-mudahan usaha kami bisa tetap berjalan dengan lancar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jajaran Polsek Semin mengimbau kepada pengendara terus berhati-hati saat berkendara. Hal ini tak lepas adanya kecelakaan maut di perbatasan dengan sukoharjo.
Kasus dugaan korupsi mesin susu DIY disorot. Proyek Rp4,62 miliar belum bisa dimanfaatkan, Kejati sita 35 dokumen.
Zico sebut Jepang kini lebih kuat jelang lawan Brasil di Piala Dunia 2026. Samurai Biru tak lagi bisa diremehkan.
Sensus Ekonomi 2026 di Sleman resmi dimulai. Data usaha jadi dasar kebijakan dan arah pembangunan ekonomi daerah.
Kirab perpisahan 514 taruna Akmil di Magelang berlangsung meriah. Tradisi ini jadi simbol kedekatan taruna dan masyarakat.
Stasiun Gambir akan melayani KRL dan kereta jarak jauh. Transformasi ini menjadikannya hub transportasi terintegrasi di Jakarta.