Kendala Gawai dan Jaringan Hambat Aktivasi IKD di Gunungkidul
Aktivasi Identitas Kependudukan Digital di Gunungkidul baru mencapai 6,4 persen. Disdukcapil memperluas layanan jemput bola untuk mengejar target 20 persen pada
ilustrasi./dok
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul mengusulkan anggaran Pilkada 2020 sebesar Rp29 miliar. Meski demikian, jumlah ini masih belum final karena hasil pembahasan dengan pemkab, KPU diminta melakukan efisiensi.
Kepala Bidang Anggaran, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul, Astuti Rahayu, mengatakan pasca-pengajuan usulan anggaran Pilkada 2020, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) telah berkoordinasi dengan KPU untuk pembahasan usulan. Berdasarkan koordinasi tersebut, KPU diminta melakukan efisiensi atau pemangkasan anggaran. “Masalah anggaran masih akan terus dibahas karena usulan belum ada finalisasi,” kata Tutik, Selasa (25/6/2019).
Meski meminta KPU untuk melakukan rasionalisasi dan efisiensi, namun TPAD belum menyebutkan nominal pasti. Ia menjelaskan, efisiensi dilakukan karena menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.
Selain itu, kata Tutik, belum adanya nominal pasti karena masih banyak item dalam pelaksanaan pilkada yang harus disesuaikan. Sebagai contoh untuk honor petugas baik anggota Kelompok Penyelanggara Pemungutan Suara (KPPS) maupun keamanan akan disamakan dengan penyelenggaraan di kabupaten lain di Provinsi DIY. “Selain Gunungkidul, pilkada serentak di 2020 juga dilaksanakan di Bantul dan Sleman sehingga akan ada kesamaan honor sehingga tidak ada kecemburuan di antara penyelenggara,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Aktivasi Identitas Kependudukan Digital di Gunungkidul baru mencapai 6,4 persen. Disdukcapil memperluas layanan jemput bola untuk mengejar target 20 persen pada
Pemkab Kulonprogo menggabungkan Disdag dan DisperinkopUKM mulai Januari 2027 demi meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan.
Menikmati malam akhir pekan dengan panorama Kota Yogyakarta dari ketinggian menjadi pengalaman yang semakin istimewa di 1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro.
DPRD DIY merampungkan Raperda Perlindungan Kawasan Karst yang diklaim pertama di Indonesia. Regulasi mengedepankan konservasi dan ekonomi hijau.
ELS.ID resmi membuka Jogja Laptop Festival by ELS.ID, sebuah festival teknologi yang menghadirkan pameran perangkat digital, edukasi teknologi, kompetisi kreati
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mendukung pencegahan LGBT melalui edukasi sejak dini, layanan konseling, dan penguatan peran dinas terkait.