Pengusaha Baju Muslim di Bantul Raup Omzet Rp1 Miliar dalam Sebulan
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Ilustrasi PPDB./Harian Jogja-Uli febriarni
Harianjogja.com, BANTUL—Kepala SMAN 1 Bantul Titi Prawiti menilai sosialisasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 masih minim sehingga banyak orang tua calon siswa yang belum paham dan kemudian protes ke sekolah.
Titik mencontohkan orang tua calon siswa yang menganggap pilihan sekolah 1, 2, dan 3 harus menggunakan jalur zonasi semua. “Padahal pilihan bisa dikombinasikan antara jalur zonasi dan jalur prestasi. Yang tidak bisa itu kan jalur kepindahan orang tua harus sesuai dengan tempat domisili,” kata Titi, saat ditemui di SMA 1 Bantul, Rabu (26/6/2019).
Soal jalur prestasi juga sempat menimbulkan persoalan karena pada hari pertama pendaftaran hanya nilai ujian nasional murni yang masuk sistem. Namun, pada hari kedua pendaftaran, nilai prestasi akademik dan nonakademik baru dimunculkan.
Selain itu, pengambilan token juga belum dipahami. Banyak orang tua yang menganggap token harus cepat diambil, padahal tidak berpengaruh karena yang diutamakan adalah yang mendaftar lebih dulu lewat daring.
Titik mengatakan semua regulasi dari Peraturan Menteri sampai Peraturan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) juga harus disosialisasikan lebih awal kepada sekolah-sekolah sehingga tidak membingungkan siswa. “Kami dari sekolah juga mensosialisasikan tapi lewat website kan tidak maksimal,” ujar Titik.
Dalam PPDB di SMAN 1 tahun ini, dari kuota 372 untuk IPA dan IPS sudah terpenuhi sejak hari pertama pendaftaran. Pada hari kedua dan ketiga, panitia tinggal menggeser-geser jalur prestasi.
Jalur zonasi untuk IPA sebanyak 242 siswa, prestasi 12 siswa, jalur khusus kepindahan orang tua satu siswa, dan jalur surat keterangan tanda miskin (SKTM) 15 siswa. Sementara IPS jalur zonasi 61 siswa, prestasi tiga siswa, dan SKTM delapan siswa, sementara jalur khusus kepindahan orang tua tidak ada.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dorong skrining kesehatan mental siswa usai kasus klitih yang menewaskan pelajar di depan SMAN 3 Jogja.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini hadir di Alun-Alun Kidul dan layanan drive thru di Mal Pelayanan Publik Kota Jogja.
KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 246 ribu penumpang KAJJ selama libur Kenaikan Yesus Kristus, naik 189 persen dari pekan sebelumnya.
Disdik Sleman mulai adaptasi penerapan Bahasa Inggris di SD menjelang kebijakan wajib nasional pada tahun ajaran 2027/2028.