Jogja Tuan Rumah Kongres HIMPSI 2026, Ini Agendanya
Jogja jadi tuan rumah Kongres XV HIMPSI 2026. Bahas kesehatan mental, SDM, hingga ketangguhan bangsa di era global.
Foto ilustrasi siswa SMA - Freepik
Harianjogja.com JOGJA–Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY menyebut belum bisa mengomentari lebih jauh soal rancangan kuota Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 yang tengah disusun Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Dalam rancangan tersebut terdapat perubahan kuota pada masing-masing jalur dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan rancangan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah tentang SPMB 2025, pembagian kuota penerimaan murid di masing-masing jenjang yakni, untuk SD jalur domisili minimal 70%, jalur afirmasi minimal 15%, jalur mutasi maksimal 5%. Tidak ada jalur prestasi.
Kemudian SMP jalur domisili minimal 40%, jalur afirmasi 20%, jalur mutasi maksimal 5%, dan jalur prestasi minimal 25%. Sementara untuk SMA jalur domisili minimal 30% (sebelumnya 55%), jalur afirmasi 30% (sebelumnya 20%), jalur mutasi maksimal 5%, dan jalur prestasi minimal 30% (sebelumnya 55%).
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Suhirman menegaskan bahwa saat ini rancangan kuota tersebut masih dalam bentuk draft dan bisa saja mengalami perubahan. “Kalau itu nanti resmi jadi Peraturan Menteri (Permen), jalur prestasi kemungkinan bertambah dari sebelumnya 20 persen,” katanya.
BACA JUGA: Marak Tambang Pasir Ilegal di Kali Progo, DPUPESDM DIY Sebut Sudah Beri Teguran
Suhirman juga menekankan pentingnya koordinasi antara Disdikpora DIY dan Disdikpora kabupaten/kota setelah peraturan resmi terbit. “Kami akan membuat SOP bersama agar tidak ada perbedaan yang terlalu jauh antara satu daerah dengan daerah lain,” katanya.
Pihaknya memastikan bahwa sebelum pelaksanaan SPMB, akan dilakukan sosialisasi terkait kuota di masing-masing jalur penerimaan untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.
“Masing-masing sekolah nantinya akan menyampaikan kuotanya. Misalnya, untuk SMA yang memiliki 36 murid per rombongan belajar (rombel), jika ada tujuh kelas, maka tinggal dikalikan,” ujar Suhirman.
Ia juga menyarankan agar Dinas Pendidikan di masing-masing kabupaten/kota menyampaikan kuota ini lebih awal kepada masyarakat agar ada persiapan yang lebih matang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja jadi tuan rumah Kongres XV HIMPSI 2026. Bahas kesehatan mental, SDM, hingga ketangguhan bangsa di era global.
BYD Atto 3 generasi ketiga resmi meluncur dengan RWD, cas 5 menit hingga 70 persen, dan jarak tempuh sampai 630 km.
Pemerintah memastikan pemulangan sembilan WNI relawan Gaza usai dibebaskan dari penahanan Israel dan tiba di Turkiye.
Alex Marquez resmi absen di MotoGP Italia dan Hungaria 2026 usai mengalami cedera patah tulang selangka dan vertebra saat balapan di Catalunya.
Cristiano Ronaldo membawa Al Nassr juara Liga Arab Saudi usai mencetak dua gol saat menang 4-1 atas Damac.
Sultan HB X ingin RTH eks Parkir ABA Jogja jadi taman bunga nyaman, bukan hutan kota. Penataan dimulai dengan anggaran 2026.