Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Pojok Baca Casandra, di selter Perpustakaan Kota Jogja Pevita, Jalan Mayjen Sutoyo, Senin (1/7/2019)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Perpustakaan Kota Jogja membuka layanan perpustakaan outdoor. Sebanyak tiga pojok baca disiapkan agar perpustakaan bisa diakses oleh siapa pun dan kapan saja.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Jogja, Wahyu Hendratmoko mengatakan ketiga pojok baca itu masing-masing ia beri nama Pocahontas, Casandra dan Kalisha. Pojok baca tersebut, kata dia, ditempatkan di lokasi-lokasi yang mudah dijangkau masyarakat. "Ada yang di trotoar, di halaman, dan di selter yang berada di sekitar Perpustakaan Kota [Jogja]," katanya kepada Harianjogja.com, Senin (1/7/2019).
Pemberian nama ketiga pojok baca tersebut memiliki makna sesuai penempatannya masing-masing, Pocahontas, kata dia bermakna Pojok Baca Di Bawah Pohon Trotoar Kotabaru; Kalisha berarti Koleksi Majalah dan Terbitan Berkala di Selter Kita; serta Casandra yang berarti Pojok Baca Masyarakat Daerah Wilayah Selatan Jogja.
Pocahontas berlokasi di di trotoar Jalan Suroto, persis di depan pagar Perpustakaan Kota Jogja. Pojok baca ini didukung fasilitas berupa bangku panjang yang disediakan dan biasa digunakan pejalan kaki untuk istirahat di bawah pohon.
Kalisha berlokasi di bagian dalam pintu masuk Perpustakaan Kota. Pojok baca ini menyasar pengunjung yang berada di selter, agar bisa mengakses buki tanpa harus masuk dalam gedun perpustakaan.
Sedangkan Casandra, berlokasi di selter Gedung Perpustakaan Kota Jogja Pevita di Jalan Mayjen Sutoyo. Pojok baca ini selain menyasar pengunjung shelter dari warga selatan Jogja juga ibu-ibu wali siswa Kelompok Bermain Kirana yang ada di sekitar lokasi.
Dia mengatakan koleksi di ketiga pojok baca ini meliputi berbagai terbitan majalah umum, hobi maupun anak serta buku-buku ringan fiksi maupun nonfiksi. "Akan kami ganti secara berkala," katanya.
Dengan adanya ketiga pojok baca outdoor tersebut, dia berharap Kota Jogja bernuansa pendidikan selama 24 jam. Selain pojok baca, dinasnya juga masih mengoperasikan layanan Perpustakaan Keliling dengan 10 armada yang mendatangi pusat keramaian masyarakat setiap hari.
Selain itu dia juga berharap ada pihak lain yang berinisiatif untuk membangun pojok baca. Dengan begitu budaya literasi di Jogja bisa kian dikembangkan.
Salah seorang pengunjung pojok baca Casandra, Pramita, mengapresiasi Perpustakaan Kota Jogja yang telah membuka layanan pojok baca. "Aksesnya mudah, bisa dibawa warga sekitar sini juga," katanya.
Dengan adanya fasilitas pendukung berupa gazebo, dia menilai turut membuat pembaca semakin nyaman. Ia sendiri memang suka membaca buku, khususnya novel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
Menlu Sugiono membuka dan menutup pernyataan nasional Indonesia di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB dengan salam lintas agama.