Peridot Klaten Kembali ke Akar Kopi Setelah Hampir 12 Tahun Berjalan
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.
Jumpa pers Artjog 2019 di Kasultanan Ballroom, Hotel Royal Ambarrukmo Jogja, Kamis (11/7/2019)./Harian Jogja-Abdul Hamied Razak
Harianjogja.com, JOGJA—Pameran seni rupa terbesar di Indonesia, Artjog, tahun ini diklaim lebih semarak. Artjog 2019 akan digelar mulai 25 Juli hingga 25 Agustus di Jogja National Museum.
Direktur Artjog Heri Pemad mengatakan pelaksanaan Artjog tahun ini mengusung tema Arts in Common. Kata common merupakan istilah dalam ekologi dan lingkungan yang mengacu pada pemanfaatan sumber daya secara besar-besaran tetapi tetap tidak lupa menjaga kelestariannya.
“Sub-tema di tahun 2019 ini adalah Common | Space. Ini mengacu pada lingkungan sebagai ruang, sehingga fokus pameran pada tahun ini adalah pada aspek lingkungan dan sumber daya alam di sekita,” katanya saat jumpa pers di Kasultanan Ballroom, Hotel Royal Ambarrukmo Jogja, Kamis (11/7/2019).
Konsep Artjog yang diusung tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Namun, pelaksanaannya tahun ini lebih menegaskan citra dan menciptakan ruang pertemuan seluas-luasnya bagi publik. “Artjog tidak lagi bicara soal art fair. Lebih tepat disebut festival karena pelaksanaannya cenderung meriah,” katanya
Laiknya pelaksanaan sebelumnya, Artjog MMXIX akan menghadirkan beragam karya seni kontemporer. Berbagai aktivitas dan produk seni dikemas meriah dan dikolaborasikan dalam berbagai bentuk karya seni. Festival seni kontemporer internasional layak disematkan pada kegiatan ini.
“Artjog tahun ini diikuti sebanyak 40 seniman, baik dari Indonesia maupun mancanegara. Seniman dari mancanegara antara lain dari Austria, Australia, Amerika, Filipina dan Singapura,” katanya.
Kurator Artjog 2019, Agung Hujatnika menambahkan Artjog tahun ini dibingkai dalam tiga sub tema kuratorial. Pada tahun ini pelaksanaan Artjog lebih semarak dan banyak galeri seni yang ditampilkan. Hal itu dilakukan untuk memperkuat karakter festival pada Artjog. “Ini sebuah perhelatan, jadi sudah waktunya menegaskan Artjog sebagai festival bukan art fair," kata Agung.
Apalagi, pameran tahun ini tersusun atas karya-karya yang dipilih melalui beberapa skema. Termasuk open call applications yang dilakukan oleh panitia. Tercatat ada lebih dari sepuluh seniman muda yang akan menampilkan karyanya. Selain itu, ada pula sejumlah seniman yang dipilih melalui undangan khusus.
“Publik akan menikmati karya seniman Handiwirman Saputra, Riri Riza, Sunaryo, Tegus Ostenrik dan Piramida Gerilya hingga Singgih S. Kartono,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 26 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 26 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg 2027 turun Rp11,4 triliun. DPR menyoroti data penerima subsidi dan tingginya exclusion error pemerintah.
Wapres Gibran meminta pendataan warga terdampak banjir bandang Solok dipercepat untuk penanganan dan penataan permukiman.
Pertumbuhan anak perempuan yang lambat perlu dipantau. Kenali faktor penyebab perawakan pendek dan risiko gangguan kromosom.