Drama Adu Penalti! Swiss Singkirkan Kolombia, Tantang Argentina
Swiss lolos ke perempat final Piala Dunia 2026 usai kalahkan Kolombia via penalti 4-3. Berikut hasil, analisis, dan prediksi vs Argentina
Jumpa pers Artjog 2019 di Kasultanan Ballroom, Hotel Royal Ambarrukmo Jogja, Kamis (11/7/2019)./Harian Jogja-Abdul Hamied Razak
Harianjogja.com, JOGJA—Pameran seni rupa terbesar di Indonesia, Artjog, tahun ini diklaim lebih semarak. Artjog 2019 akan digelar mulai 25 Juli hingga 25 Agustus di Jogja National Museum.
Direktur Artjog Heri Pemad mengatakan pelaksanaan Artjog tahun ini mengusung tema Arts in Common. Kata common merupakan istilah dalam ekologi dan lingkungan yang mengacu pada pemanfaatan sumber daya secara besar-besaran tetapi tetap tidak lupa menjaga kelestariannya.
“Sub-tema di tahun 2019 ini adalah Common | Space. Ini mengacu pada lingkungan sebagai ruang, sehingga fokus pameran pada tahun ini adalah pada aspek lingkungan dan sumber daya alam di sekita,” katanya saat jumpa pers di Kasultanan Ballroom, Hotel Royal Ambarrukmo Jogja, Kamis (11/7/2019).
Konsep Artjog yang diusung tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Namun, pelaksanaannya tahun ini lebih menegaskan citra dan menciptakan ruang pertemuan seluas-luasnya bagi publik. “Artjog tidak lagi bicara soal art fair. Lebih tepat disebut festival karena pelaksanaannya cenderung meriah,” katanya
Laiknya pelaksanaan sebelumnya, Artjog MMXIX akan menghadirkan beragam karya seni kontemporer. Berbagai aktivitas dan produk seni dikemas meriah dan dikolaborasikan dalam berbagai bentuk karya seni. Festival seni kontemporer internasional layak disematkan pada kegiatan ini.
“Artjog tahun ini diikuti sebanyak 40 seniman, baik dari Indonesia maupun mancanegara. Seniman dari mancanegara antara lain dari Austria, Australia, Amerika, Filipina dan Singapura,” katanya.
Kurator Artjog 2019, Agung Hujatnika menambahkan Artjog tahun ini dibingkai dalam tiga sub tema kuratorial. Pada tahun ini pelaksanaan Artjog lebih semarak dan banyak galeri seni yang ditampilkan. Hal itu dilakukan untuk memperkuat karakter festival pada Artjog. “Ini sebuah perhelatan, jadi sudah waktunya menegaskan Artjog sebagai festival bukan art fair," kata Agung.
Apalagi, pameran tahun ini tersusun atas karya-karya yang dipilih melalui beberapa skema. Termasuk open call applications yang dilakukan oleh panitia. Tercatat ada lebih dari sepuluh seniman muda yang akan menampilkan karyanya. Selain itu, ada pula sejumlah seniman yang dipilih melalui undangan khusus.
“Publik akan menikmati karya seniman Handiwirman Saputra, Riri Riza, Sunaryo, Tegus Ostenrik dan Piramida Gerilya hingga Singgih S. Kartono,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Swiss lolos ke perempat final Piala Dunia 2026 usai kalahkan Kolombia via penalti 4-3. Berikut hasil, analisis, dan prediksi vs Argentina
Marc Marquez mengakui kondisi fisiknya belum pulih sepenuhnya jelang MotoGP Jerman 2026. Namun, rider Ducati itu optimistis menghadapi balapan di Sachsenring.
Sebanyak 108 posyandu di Bantul belum memenuhi indikator Posyandu Siklus Hidup Aktif. Dinkes Bantul menargetkan seluruh posyandu memenuhi standar layanan.
Badai cedera landa Swiss! Top skor Johan Manzambi dipastikan absen lawan Argentina di perempat final Piala Dunia.
Veda Ega Pratama memburu kebangkitan di Moto3 Jerman 2026 setelah gagal finis di Assen. Sachsenring menjadi sirkuit yang menyimpan kenangan manis bagi rider asa
Pemda DIY menyatakan belum menerima arahan resmi terkait pengurangan SPPG maupun perubahan penerima Program Makan Bergizi Gratis. Program MBG tetap berjalan.