Bukan Mahasiswa UNY, Ini Penjelasan RSUP Dr Sardjito tentang Warga Jepang yang Dirawat di Ruang Isolasi
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
Pimpinan BPJS Kesehatan beserta Sekda Gunungkidul Drajad Ruswandono (paling kiri) saat mengadakan sesi tanya jawab dengan warga sekitar di Kantor Kecamatan Gedangsari, Jumat (12/7/2019)./Harian Jogja-Rahmat Jiwandono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-51, jajaran pimpinan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengunjungi Kecamatan Gedangsari, Jumat (12/7/2019).
Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan, Andayani Budi Lestari, mengatakan kunjungan yang dilakukan merupakan bentuk jaring aspirasi masyarakat demi menyempurnakan program jaminan kesehatan sosial. Menurutnya, kondisi geografis di Indonesia sangat bervariasi sehingga berpengaruh terhadap latar belakang ekonominya.
"Kami ingin mendengar langsung pelaksanaan JKN-KIS, khususnya di wilayah perkampungan yang kondisinya berbeda dengan wilayah perkotaan yang memiliki akses yang memadai dan serba ada," ujarnya, Jumat (12/7).
Andayani menjelaskan dengan mendengar suara masyarakat akan menjadi bahan evalusasi tentang apa yang perlu disempurnakan dan yang perlu dipertahankan. Dalam kunjungan yang digelar BPJS Kesehatan memberikan bantuan berupa air bersih untuk masyarakat di Kecamatan Gedangsari. "Kami bekerja sama dengan PMI Kabupaten Gunungkidul untuk pendistribusian air bersih," katanya.
Dia mengklaim saat ini sudah ada lebih dari 222,5 juta jiwa penduduk Indonesia yang tercatat sebagai peserta JKN-KIS. Di sela-sela acara, BPJS menyediakan layanan pembaruan data. "Agar datanya lebih valid," tuturnya.
Camat Gedangsari, Martono Iman Santoso, mengapresiasi apa yang telah dilakukan BPJS Kesehatan. Dia berharap dengan adanya kegiatan dan sosialisasi tersebut maka masyarakat mengenal alur dan prosedur pelayanan JKN-KIS. "Semoga warga di Kecamatan Gedangsari bisa mendapat pelayanan kesehatan yang sama dengan lainnya," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.