Kekeringan: Distribusi Air Bersih Pemkab Sleman Belum Maksimal
Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman dalam memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah kekeringan belum maksimal.
Ilustrasi Taman Denggung./Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, SLEMAN—Taman Denggung yang berada di Tridadi, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman kembali menuai keluhan masyarakat.
Salah seorang pengunjung Taman Denggung, Sumarni, 38, yang datang bersama anaknya, mengatakan adanya kabel-kabel yang berserakan tentu mengganggu dan membahayakan bagi pengunjung, terutama anak-anak.
Menurut dia, kebradaan kabel-kabel itu jelas membahayakan, khususnya bagi anak-anak yang bermain di sekitar wahana permainan yang berada di salah satu sudut ruang terbuka hijau itu. “Karena [kabel-kabel yang berserakan] berada di bawah, kan berbahaya, semoga bisa lebih ditata dan diperhatikan, karena ini merupakan alternatif tempat untuk membawa anak-anak bermain,” kata warga Pandowoharjo tersebut, Rabu (24/7).
Sebelumnya, sejumlah warga juga mengeluhkan kondisi wahana permainan anak di Taman Denggung yang rusak dan tak terawat. Beberapa konstruksi wahana, seperti misalnya pada kaki penyangga ayunan duduk putus dan tidak memenuhi standar.
Dari pantauan Harian Jogja, selain kabel-kabel berserakan di sekitar wahana bermain yang cukup membahayakan bagi pengunjung, sejumlah wahana bermain anak juga tampak rusak. Belum lagi di beberapa bagian tembok juga banyak coretan-coretan.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mengklaim telah menyiapkan anggaran untuk menambah maupun memperbaiki wahana bermain di Taman Denggung yang rusak.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Stadion Maguwoharjo, Sumadi mengatakan Taman Denggung merupakan Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) yang sudah tersertifikasi oleh Kementerian PPPA, oleh karenanya, pihaknya terus berupaya untuk menata Taman Denggung. “Unit kami adalah unit yang juga bertanggung jawab atas Taman Denggung. Tahun ini kami ada anggaran Rp60 juta,” kata Sumadi,
Anggaran tersebut, kata dia, akan difokuskan untuk memperbaiki wahana bermain yang sudah dalam kondisi rusak dan menambah beberapa wahana bermain. “Untuk penambahan akan dilakukan satu per satu, namun perawatan juga terus kami lakukan,” ujar dia.
Sementara terkait dengan kabel yang berserakan, dia mengatakan kabel-kabel itu adalah milik pedagang yang menumpang listik di jaringan milik pengelola Taman Denggung. “Kami akan berkoordinasi dengan paguyuban pedangang untuk bisa melepas jaringan listrik tersebut,” kata dia.
Seperti diketahui, UPT Stadion Maguwoharjo mulai membangun area yang nantinya akan ditempati oleh pedagang kaki lima (PKL) Taman Denggung. Area yang sedang dibangun tersebut terletak di sebelah Pasar Beran, Tridadi, Sleman.
Pembangunan lahan untuk PKL tersebut telah direncanakan sejak 2018. Selain itu, kata dia, awalnya, lokasi untuk los para PKL masih berada di kawasan Taman Denggung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman dalam memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah kekeringan belum maksimal.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya Rabu 13 Mei 2026 berdasarkan data resmi KAI Access.
Update prakiraan cuaca Jogja dan sekitarnya untuk Rabu, 13 Mei 2026. Cek daftar wilayah yang berpotensi hujan ringan serta pantauan suhu udara di seluruh DIY.
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.