Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Ilustrasi Sapi./Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL—Pemda DIY terus berupaya menggenjot populasi sapi dan kambing melalui inseminasi buatan (IB) atau kawin suntik. Tahun ini IB ditargetkan menyasar sekitar 100.000 ekor indukan sapi dengan target keberhasilan realisasi kelahiran sapi mencapai 75.000 ekor pedet atau anak sapi.
Kepala Dinas Pertanian DIY, Sasongko mengatakan target IB sapi tahun ini hampir sama dengan tahun lalu. Pada 2018 lalu, kata dia, program IB terhadap sapi indukan wajib bunting tingkat keberhasilannya mencapai 75%. “IB bertujuan mempercepat populasi sapi,” kata Sasongko, seusai menghadiri Gelar Potensi Pertanian Bantul 2019 di pasar Hewan Imogiri, Bantul, Rabu (24/7/2019).
Sasongko mengatakan populasi sapi di DIY saat ini sekitar 350.000 ekor. Namun angka tersebut terdiri dari sapi pejantan dan betina dan tidak semuanya untuk dipotong. Sementara kebutuhan per hari untuk dipotong sekitar 80-100 ekor.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita, menantang Pemkab Bantul agar menggenjot populasi sapi mencapai 120.000 ekor. Saat ini Bantul baru mencapai sekitar 60.000 ekor.
Dalam kesempatan tersebut Diarmita juga meminta masyarakat tidak terpengaruh dengan isu-isu terkait penyakit hewan hingga produksi daging, karena isu tersebut bisa dimnafaatkan Negara lain untuk mengimpor daging sapi maupun daging ayam ke Indonesia, karena Indonesia merupakan pasar potensial konsumsi daging, namun populasi masih sedikit. “Negara negara luar ingin masukan daging ayam dan sapi,” kata dia.
Kambing
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautran dan Perikanan (DP2KP) Bantul, Pulung Haryadi mengatakan program IB di Bantul tahun ini menyasar 24.000 ekor sapi, meningkat dari tahun lalu sebanyak 19.000 ekor. Selain IB untuk sapi, Pemkab juga mulai menerapkan program yang sama pada kambing. “Kami targetkan sebanyak 500 ekor kambing yang akan mendapat IB. IB untuk kambing baru mulai percobaan tahun ini. Target sedikit dulu karena IB pada kambing lebih sulit dibanding sapi,” ujar Pulung.
Dia menegaskan program inseminasi buatan tersebut gratis, kecuali peternak ingin mengakses kembali setelah tersasar IB. Menurut dia, program IB lebih menguntungkan bagi petani dan mempercepat populasi sapi dan dapat menjaga kualitas sapi karena sperma yang diambil dari sapi yang berkualitas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.
Gempa M6,3 guncang Jepang timur laut. Shinkansen dihentikan, Miyagi terdampak, namun PLTN Fukushima dilaporkan aman.