Top Ten News Harianjogja.com Edisi Rabu 19 Agustus 2026
Pembangunan ruas Kretek-Girijati yang dikenal sebagai Kelok 23 ditargetkan selesai pada akhir Agustus 2026. Meski konstruksi segera rampung.
Ketua Jurusan Arsitektur FTSP UII Noor Cholis Idham (paling kiri) dan Dekan Fakultas Arsitektur FSMU Istanbul Turki Ibrahim Numan (tengah) saat melihat karya mahasiswa di UII, Kamis (28/7/2019). /Ist-FTSP UII.
Harianjogja.com, SLEMAN—Sebanyak 30 mahasiswa Fatih Sultan Mehmet University (FSMU) Istanbul Turki belajar arsitektur di Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII) melalui program Summer School 2019. Kegiatan yang berlangsung sejak 25 Juli hingga 21 Agustus 2019 itu, para mahasiswa akan menggarap sejumlah proyek.
Ketua Jurusan Arsitektur FTSP UII Noor Cholis Idham menjelaskan kegiatan itu dengan skema UII mengirimkan mahasiswa ke Turki, sebaliknya UII juga menerima mahasiswa asal Turki. Kali ini dengan Fatih Sultan Mehmet University dengan jumlah sekitar 30 mahasiswa. Manfaatnya untuk mahasiswa sangat besar karena mereka bisa berkolaborasi yang sangat dibutuhkan oleh sosok seorang arsitek.
“Dengan pengalaman seperti ini, mahasiswa kami tidak kaget lagi, mau ke manapun eventnya luar negeri bisa ikut, ini dampak menjadikan mahasiswa berani. Termasuk event di Korea belum lama ini banyak arsitek dunia berkumpul, mahasiswa kami ikut sekitar 20 orang,” terang dia dalam rilisnya, Sabtu (28/7/2019).
Program itu, kata dia, telah berjalan sejak 2014 yang dilakukan di Indonesia dan Turki secara bergantian. Ratusan dosen, staf, dan mahasiswa kedua universitas telah terlibat pada kegiatan ini dan telah banyak menghasilkan proyek perancangan maupun kajian arsitektural. Beberapa situs arsitektur penting di kedua negara telah dijadikan objek bahasan arsitektur dalam bentuk eskursi. Selain itu, mahasiswa juga melakukan kolaborasi dalam bentuk studio bersama joint studio untuk beberapa proyek perancangan.
Ia mengatakan pihaknya sengaja memilih FSMU karena Istanbul Turki merupakan surganya arsitektur, sehingga mahasiswa UII bisa mempelajari arsitektur Usmani dan Turki pada umumnya. Sebaliknya, mahasiswa FSMU bisa belajar arsitektur Indonesia, sehingga saling menguntungkan.
“Kami sudah memiliki akreditasi internasional sehingga bisa bersaing secara internasional juga. Program internasional 100 persen berbahasa Inggris, tahun depan kami menerima mahasiswa dari Pakistan, Thailand,” ucapnya.
Dekan Fakultas Arsitektur FSMU Istanbul Turki Ibrahim Numan mengakui besarnya manfaat yang diperoleh mahasiswanya melalui kegiatan Summer School bersama UII. Banyak hal yang bisa didapatkan oleh mahasiswanya selama tinggal di UII seperti tahun sebelumnya. Antarmahasiswa bisa saling bertukar ide dan gagasan dalam rangka menghasil karya arsitektur dari kedua negara.
“Ke depan tentu kolaborasi ini diharapkan bisa terus berjalan, ini sangat bagus dan UII ini sangat besar dan tentu pembelajarannya bagus, sehingga mahasiswa kami bisa belajar juga di sini. Sehingga sama-sama bisa meningkatkan kualitas mahasiswa,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan ruas Kretek-Girijati yang dikenal sebagai Kelok 23 ditargetkan selesai pada akhir Agustus 2026. Meski konstruksi segera rampung.
Jadwal KRL Palur-Jogja Jumat 21 Agustus 2026 lengkap dari Palur hingga Stasiun Jogja, termasuk waktu di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 21 Agustus 2026 lengkap dari Jogja hingga Palur, termasuk waktu keberangkatan di tiap stasiun.
MW Passato karya modifikator Indonesia akan tampil di SEMA Show 2026, Las Vegas, membawa karya aftermarket Tanah Air ke panggung global.
Hyundai Tucson 2027 resmi diperkenalkan dengan desain Art of Steel, dimensi lebih besar, kabin Pleos, dan varian XRT.
Perubahan status sejumlah jalan di Kulonprogo menjadi jalan lingkungan membuat sumber pembiayaan lebih fleksibel, dari APBD hingga APBKal.