Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Kunjungan mahasiswa STIKOM ke Harian Jogja, Jumat (10/1/2020)./Harian Jogja-Bernadheta Dian Saraswati
Harianjogja.com, JOGJA - Puluhan mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Komunikasi dari STIKOM mengunjungi Kantor Harian Jogja, Jumat (10/1/2020). Kunjungan tersebut bertujuan untuk menimba ilmu seputar manajemen bisnis media cetak.
"Tujuan utama dari kunjungan ini untuk membekali sivitas akademika pada Program Studi S1 Ilmu Komunikasi STIKOM Yogyakarta agar memiliki pemahaman mendalam dan memadai mengenai implementasi manajemen redaksi media cetak di area konvergensi media pada industri media cetak Harian Jogja," tutur Ketua Program Studi (Kaprodi) S1 Ilmu Komunikasi STIKOM, Supadiyanto yang turut mendampingi mahasiswa, Jumat sore.
Sementara itu, Redaktur Pelaksana Harian Jogja, Nugroho Nurcahyo atau yang akrab disapa Popon menyampaikan bahwa tidak dimungkiri jika anak-anak milenial tidak familiar dengan media cetak, salah satunya surat kabar. Mereka cenderung mengonsumsi berita dari media online atau media sosial baik melalui Facebook, Twitter, maupun Instagram. Mereka dipandang lebih praktis karena dapat diakses melalui gadget.
"Generasi anak zaman sekarang menuntut praktis karena media cetak seperti koran itu kalah jauh," kata Popon.
Berita melalui internet atau media online, dapat saat itu juga diiberitakan. Sementara berita melalui koran harus menunggu satu hari untuk melewati proses panjang untuk dapat dibaca. Mulai dari liputan, editing, pencetakan, sampai tahap pendistribusian.
"Telat itu dianggap tidak memenuhi kebutuhan infomasi. Padahal dari sisi disiplin jurnalistiknya, justru bisa terpenuhi karena dengan waktu yang panjang kami punya proses untuk menguji kebenaran beritanya dan memproduksi berita yang lebih komprehensif," katanya.
Kendati sudah mulai ditinggalkan pembacanya, koran masih diminati sebagian kalangan. Seperti generasi baby boomer atau yang lahir pada era 1946-1964.
Popon menegaskan bahwa jurnalisme memiliki sifat yang kekal karena selamanya akan dibutuhkan. "Basic-nya adalah rasa ingin tahu manusia. Hanya saja cara penyajiannya yang berubah," kata dia
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
AAP rilis panduan baru: waktu istirahat sekolah wajib dilindungi sebagai kebutuhan dasar anak, bukan kemewahan. Simak manfaat medisnya di sini.
Satgas PPKS UPNVY selidiki dugaan kekerasan seksual yang viral di media sosial dengan komitmen perlindungan korban dan investigasi objektif.
Ibunda Fedi Nuril, Gusmawati Nuril binti Hasan Basri, meninggal dunia pada Selasa 19 Mei 2026. Unggahan duka banjir doa dari penggemar.
WhatsApp luncurkan fitur kirim foto terbaru di iPhone tanpa tutup ruang chat. Simak tampilan menu Recents baru khusus pengguna iOS.
Liverpool dan Adidas meluncurkan jersey kandang musim 2026/2027 bernuansa retro era juara liga 1989-90 dengan teknologi CLIMACOOL+.