Laboartorium Obah #3 dan Cara Menjadi Manusia di Tengah Riuhnya Dunia
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Salah satu warga mengikuti donor darah di RSU Mitra Paramedika, Jumat (16/8/2019)./Istimewa-RSU Mitra Paramedika
Harianjogja.com, SLEMAN—RSU Mitra Paramedika bekerja sama dengan PMI Kabupaten Sleman menggelar aksi donor darah, Jumat (16/8). Aksi donor darah yang berlangsung di rumah sakit setempat tersebut merupakan bentuk partisipasi menyemarakkan HUT ke-74 Kemerdekaan RI.
Direktur RSU Mitra Paramedika Ichsan Priyotomo mengungkapkan kegiatan donor darah menjadi aksi sosial rutin yang dilakukan rumah sakitnya. Dalam setiap momentum pihaknya selalu menyisipkan aksi donor darah mengingat pentingnya kegiatan ini. "Momentumnya kali ini dalam rangka dirgahayu kemerdekaam bangsa. Kami memilih cara sosial untuk menyemarakkannya," ujar Ichsan melalui rilis yang diterima Harianjogja.com, Minggu (18/8/2019).
Menurut Ichsan, donor darah menjadi salah satu aksi nyata kepedulian untuk turut mengampanyekan jiwa kemanusiaan. Sebagai instansi yang bergerak dalam bidang pelayanan medis, RSU Mitra Paramedika harus aktif mengampanyekan jiwa kemanusiaan.
Ichsan mengamati kebutuhan darah di wilayah DIY semakin hari makin bertambah. Upaya aksi donor darah diharapkan bisa membantu menambah stok ketersediaan darah di semua unit PMI di seluruh DIY. "Melihat besarnya animo petugas medis di rumah sakit ini dalam aksi donor, kami akan upayakan untuk merutinkan kegiatan ini. Kali ini bekerja sama dengan PMI Sleman, mungkin selanjutnya bisa dengan PMI Jogja," kata Ichsan.
Donor darah itu sendiri tidak hanya diikuti oleh sejumlah pegawai dan petugas medis RSU Mitra Paramedika. Sejumlah warga sekitar serta keluarga pasien yang menjenguk kerabatnya di rumah sakit pun ikut berpartisipasi.
Kusmiyanto, 57, salah satu pendonor mengaku senang bisa melakukan donor darah massal di rumah sakit itu. Dia mengaku aktif donor sejak lulus SMA hingga kini meski usianya sudah setengah abad lebih. Kebetulan dia tinggal tidak jauh dari RSU Mitra Paramedika sehingga mudah menjangkau untuk ikut donor.
"Harapan saya agar donor darah ini rutin dilakukan. Saya senang donor tapi sekarang usia saya sudah tua, kalau harus jauh-jauh datang ke PMI rasanya malas. Tapi kalau ada aksi seperti ini dan dekat saya pasti ikut," ujar warga Ganjuran, Widodomartani, Kecamatan Ngemplak itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.
Prabowo menyebut 1.061 Koperasi Merah Putih berhasil dioperasikan dalam tujuh bulan untuk memperkuat ekonomi desa.
BPBD Temanggung memetakan 12 kecamatan rawan kekeringan pada musim kemarau 2026 dan menyiapkan distribusi air bersih.