Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Ketua LPMK Karangwaru, Subandono (kanan) bersama Koordinator LPMK Kota Jogja, Haryanto di depan mural Latar Srawung Karangwaru, Senin (19/8/2019). /Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA-- Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja terus meningkatkan keberadaan Ruang Terbuka Hijau Publik (RTHP). Setiap tahun setidaknya terdapat lima penambahan RTHP. Selain fungsi ekologi, RTHP juga sangat bermanfaat dari sisi sosial.
Tidak hanya Pemkot yang terus menambah RTHP, dari Kelurahan juga ikut membantu pengadaan RTHP, meski tidak harus selalu membeli lahan. Di Karangwaru, Kelurahan meminjam lahan terbengkalai untuk dijadikan ruang publik.
Di kelurahan ini, tepatnya di RT 55 RW 02, lahan terbengkalai atau yang sering disebut lahan tidur dimanfaatkan sebagai ruang publik yang digunakan untuk berbagai kegiatan warga maupun kelurahan. Tempat itu diberi nama Latar Srawung.
Lahan terbuka itu kini diisi dengan mural di sisi timurnya, ornamen bambu bertuliskan Latar Srawung dan panggung kecil di sisi barat. Kondisinya cukup bersih ditambah sejumlah pohon ditanam di beberapa sisi membuat suasana semakin asri.
Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Karangwaru, Subandono, menuturkan pembangunan Latar Srawung baru dimulai sekitar Juni lalu, pasca lebaran.
Warga berswadaya menyumbangkan apa yang mereka punya untuk mempercantik Latar Srawung. "Itu bambu bekas dipakai ngecor, kami bersihkan dan pasang. Cuma panggung yang kemaren beli," ujarnya.
Ia menceritakan lahan itu dulunya sering dipakai sebagai pembuangan sampah. Di dekatnya terdapat jalan tembus ke pasar sehingga banyak orang dari pasar membuang sampah di situ. Sehingga kondisinya pun kotor dan tidak sehat.
Lahan itu statusnya dimiliki seseorang yang tidak tinggal di Karangwaru dan berencana baru akan menggunakan lahan itu setelah pensiun. Sementara selama tidak terpakai kondisinya buruk sekali. Maka Subandono dan warga lainnya tergerak untuk membuat lahan tidur itu menjadi lebih berguna.
"Kami bersama Kecamatan Tegalrejo berkomitmen menambah ruang publik dengan memanfaatkan lahan tak terpakai seperti ini. Warga juga sering berkegiatan di sini, kemaren ibu-ibu latihan nyanyi dan nari di sini. Ini jadi tempat kumpul favorit warga sekarang," ungkapnya.
Camat Tegalrejo, Riyanto Tri Nugroho, mengatakan lahan tak terpakai sangat bisa digunakan sebagai sarana pemberdayaan masyarakat. "Kami juga lakukan di Kricak, Tegalrejo, Bener, ini membuat masyarakat semakin guyub rukun," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
iOS 27 beta 5 mengungkap enam iPhone baru yang belum diumumkan Apple, termasuk iPhone Ultra yang disebut sebagai ponsel lipat pertama.
Anggota DPRD DIY, Rahayu Widi Nuryani, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperkuat branding agar produk tidak hanya viral
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian kompak turun pada Kamis 13 Agustus 2026. Simak daftar harga jual dan buyback terbaru dari 0,5 gram hingga 1.00
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Minim Sampah, Berkarya di Kebun, Bahagia di Dapur