Kolaborasi Donati-SoulCha di GPFE 2026 Jogja, Pameran Jadi Lebih Hidup
Kolaborasi Donati Furniture dan SoulCha di GPFE 2026 Jogja hadirkan pengalaman unik: coba furnitur sambil menikmati matcha dalam satu ruang interaktif.
Ilustrasi tsunami. (JIBI/REUTERS/Kim Kyung-Hoon)
Harianjogja.com, JOGJA- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) membangun dua radar tsunami di pesisir Selatan. Selain di Pantai Parangtritis, Bantul, DIY, bangunan yang sama juga dibangun di Pantai Keburuhan, Purworejo, Jateng.
Kepala Seksi Observasi Stasiun Geofisika BMKG Jogja Budiarta mengatakan peralatan (radar tsunami) tersebut dibangun untuk meningkatkan kinerja sistem peringatan dini tsunami. Pembangunan radar tsunami ini, katanya, merupakan bentuk kerjasama BMKG Indonesia dan JRC Jepang.
"Di pesisir Selatan hanya dibangun di dua lokasi saja. Untuk monitoringnya langsung di kantor Pusat BMKG," kata Budi kepada Harianjogja.com, Senin (2/9/2019).
Alasan pemasangan radar tsunami di wilayah pesisir selatan Jawa, dikarenakan kawasan tersebut memiliki potensi terhadap gempa bumi dan tsunami. "Radar tsunami ini merupakan versi demo [uji coba pertama], dalam kurun waktu satu tahun ke depan untuk dilakukan penelitian, pengembangan dan validasi hasil maupun efektifitas," jelasnya.
Menurut Budi, Radar tsunami merupakan teknologi pedeteksi tsunami dengan memonitoring arus laut [kecepatan, arah, ketinggian dan periode gelombang] menggunakan sistem gelombang radio pendek dan menengah. Sistem gelombang radio pendek (frekuensi 42 MHz) mampu memonitor wilayah laut dengan luasan 25 km, sedangkan sistem gelombang radio menengah (25 MHz) mampu memonitor hingga 70 km.
Instalasi dan pemasangan instrumen radar tsunami relatif mudah karena sistem tersebut ditempatkan di pesisir pantai dalam bentuk antena-antena radio. "Radar tsunami dikenal juga sebagai oceanographic radar, hal ini dikarenakan peralatan tersebut memiliki fungsi selain untuk memonitoring gelombang tsunami," paparnya.
Oceanographic radar memiliki fungsi di bidang kemaritiman, kebencanaan, kecelakan laut dan kegiatan monitoring. Pada bidang kemaritiman peralatan tersebut mampu memberikan informasi arus permukaan, gelombang dan pola pasang surut air laut. Pada bidang kebencanaan, selain memonitor gelombang tsunami juga dapat memonitor ketinggian gelombang dan tekanan rendah akibat siklon tropis.
Pada kejadian kecelakaan laut dapat memberikan informasi prediksi sebaran polusi, tumpahan minyak dan mendukung kegiatan rescue. Selain itu, oceanographic radar mampu memonitor pergerakan sampah dilautan, pergerakan arus laut, perubahan volume air laut, dan arus edy.
Proses pembangunan radar tsunami di Pantai Parangtritis dan Pantai Keburuhan memasuki tahap pembangunan pondasi antena radar tsunami. Instalasi dan ujicoba radar tsunami direncanakan akan selesai tahun ini. "Kalau radar tsunami ini sudah selesai dibangun akan membantu meningkatkan pelayanan informasi BMKG pada obyek-obyek vital negara, khususnya Bandara YIA. Mudah-mudahan tahun depan bisa beroperasi," kata Budi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kolaborasi Donati Furniture dan SoulCha di GPFE 2026 Jogja hadirkan pengalaman unik: coba furnitur sambil menikmati matcha dalam satu ruang interaktif.
Bareskrim Polri menangkap 71 orang dari aktivitas judi casino di Sukoharjo. Sebanyak 30 orang ditetapkan sebagai tersangka.
Monyet ekor panjang berkeliaran di permukiman Grojokan, Bantul selama 2 pekan. Warga resah dan BKSDA akan memasang perangkap.
Sultan menyoroti warga miskin yang desilnya naik hingga kehilangan bantuan. Pemda DIY dan BPS membahas persoalan tersebut.
Astra melalui Nurani Astra membangun 7 posko bantuan gempa NTT. Sebanyak 35.726 penerima manfaat telah mendapat dukungan.
Eling Priswanto resmi memimpin Dinas Pariwisata DIY. Ia menyoroti aktivasi Bandara YIA hingga peluang direct flight.