Rekening PPPK dan OB Dipakai Menampung Uang Korupsi Muara Enim
KPK mengungkap rekening PPPK dan office boy diduga dipakai menampung uang korupsi kasus pengadaan di Muara Enim. Barang bukti Rp1,9 miliar disita.
Sejumlah kusir andong menunggu penumpang di pinggir Jalan Malioboro, Jogja./Harian jogja-Rofik Syarif G.P
Harianjogja.com, JOGJA- Setelah diresmikan beberapa waktu lalu hingga kini Grab Andong Malioboro masih sepi penumpang.
Layanan pemesanan transportasi andong berbabasis aplikasi Grab ini telah diresmikan sejak Jumat (23/8/2019) lalu. Salah satu tujuan Grab Andong yakni meningkatkan penghasilan kusir andong.
Tetapi sampai sekarang hal tersebut asih belum berjalan maksimal. Kurangnya promosi dari Grab kepada masyarakat Jogja khususnya para wisatawan di Malioboro, ditengarau menyebabkan masih banyak wisatawan yang belum tahu tentang Grab Andong.
”Untuk Grab Andong saya belum tahu, malah saya baru tahu sekarang kalau sudah ada Grab Andong di Malioboro sini,” kata Sandi wisatawan asal Jakarta, Senin (2/9/2019).
Selain wisatawan luar kota yang belum tahu Grab Andong, warga asli Jogja juga banyak yang belum tahu dengan hadirnya Grab Andong di Malioboro. “Saya malah belum denger kalau ada Grab Andong di Malioboro ini,” kata Tiara warga asli Jogja saat jalan-jalan di Malioboro.
Salah satu kusir andong Giyanto, 40, yang telah bergabung dengan Grab Andong mengatakan, belum pernah melayani penumpang yang memesan jasanya menggunakan aplikasi Grab Andong.
“Selama saya nyalain aplikasi ini masih belum ada yang nyantol, masih nyari pasaran” kata Giyanto.
Menurut Giyanto kurangnya promosi ke para wisatawan dan masih sedikitnya sopir andong yang bergabung dengan Grab Andong menjadi salah satu penyebab belum maksimalnya aplikasi Grab Andong. Ditambah dengan masih banyak kesalahan-kesalahan kecil seperti email yang belum sesuai, plat andong yang masih salah menjadi penyebab sopir andong yang aktif di Grab Andong masih sedikit.
Sejauh ini kata dia para kusir andong yang bergabung dengan Grab Andong mempromosikan secara langsung ke para wisatawan yang sedang menumpang andong tersebut. Seperti yang dilakukan oleh Giyanto, ia mempromosikan dengan cara memberitahukan langsung ke para penumpangnya kalau sudah ada Grab Andong dan bisa langsung pesan lewat aplikasi.
Giyanto sendiri berharap dengan hadirnya Grab Andong bisa menambah penghasilan dan mempermudah wisatawan untuk berwisata di Malioboro. Ia juga berharap ke Grab selama sebulan ke depan dapat memperbaiki segala kelengkapan andong dan menambah armada andongnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK mengungkap rekening PPPK dan office boy diduga dipakai menampung uang korupsi kasus pengadaan di Muara Enim. Barang bukti Rp1,9 miliar disita.
Jadwal KRL Jogja–Solo Sabtu 13 Juni 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Tarif Rp8.000, cek keberangkatan terbaru di sini.
Kejagung akan periksa Sony Sonjaya terkait pengajuan justice collaborator dalam kasus korupsi MBG 2025-2026.
Bedah buku Homepower di Jogja tekankan pentingnya keluarga sebagai sumber kekuatan dan dorong budaya literasi masyarakat.
UMKM Gunungkidul didorong manfaatkan media sosial untuk pemasaran digital guna meningkatkan omzet dan daya saing usaha.
Solusi Bangun Indonesia operasikan fasilitas ekspor semen di Tuban, targetkan pasar AS dan global.