Kolaborasi Donati-SoulCha di GPFE 2026 Jogja, Pameran Jadi Lebih Hidup
Kolaborasi Donati Furniture dan SoulCha di GPFE 2026 Jogja hadirkan pengalaman unik: coba furnitur sambil menikmati matcha dalam satu ruang interaktif.
Gedung KPK. /Antarafoto
Harianjogja.com, JOGJA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mengembangkan hasil operasi tangkap tangan (OTT) dugaan suap proyek saluran air hujan (SAH) di jalan Soepomo Jogja beberapa waktu lalu. Termasuk, mendalami peran ASN yang terlibat dalam kasus tersebut.
Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang mengatakan pihaknya masih mendalami kasus tersebut. Termasuk mendalami peran oknum jaksa dan pengusaha termasuk ASN yang terlibat dalam kasus tersebut. Hanya saja, Saut enggan mengomentari kemungkinan adanya tersangka baru dalam kasus tersebut.
KPK akan mengekspos nama-nama baru jika benar-benar terbukti terlibat berdasarkan bukti penyelidikan. Masyarakat diharapkan bersabar dan menunggu hasil ekspose yang dilakukan oleh KPK. "Jadi kami masih melakukan proses pengembangan dan penyelidikan terkait OTT di Jogja beberapa waktu lalu," kata Saut di kompleks Pemda DIY, Rabu (4/9/2019).
Menurut Saut, siapapun yang terlibat dan berperan dalam kasus tindak pidana korupsi, tidak terkecuali ASN pasti akan ditangkap. Penetapan tersangka juga berkaitan dengan pasal yang akan dikenakan. "Kami akan dalami peran masing-masing di mana. Apakah ada tersangka yang berperan aktif dengan memberikan sesuatu atau hanya disuruh-suruh," katanya.
Sekadar diketahui, KPK melakukan OTT terkait proyek SAH di Jalan Soepomo pada Agustus lalu. Dalam OTT tersebut, dua orang jaksa dan satu pengusaha ditetapkan sebagai tersangka. Sementara dua ASN yang sempat dibawa ke Jakarta masih berstatus sebagai saksi.
Setelah penetapan status tersangka, pada 22 Agustus KPK menggeledah ruang bidang Sumber Daya Alam I Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman ( SDA I DPUPKP) dan ruang Badan Layanan Pengadaan (BLP) Setda Kota Jogja. KPK bahkan menyita sejumlah dokumen dan uang dari salah seorang rumah ASN sebesar Rp130 juta.
Sayangnya, paska OTT tersebut hingga kini kelanjutan proyek tersebut hingga kini belum ada kejelasan. Pemkot Jogja mengaku sudah berkonsultasi dan mengirimkan surat terkait status proyek tersebut namun hingga kini belum ada kejelasan apakah proyek bisa dilanjutkan atau tidak. "Sampai saat ini belum ada jawaban. Kami berharap proyek tersebut bisa dilanjutkan agar tidak merugikan masyarakat," kata Wakil Walikota Jogja Heroe Poerwadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kolaborasi Donati Furniture dan SoulCha di GPFE 2026 Jogja hadirkan pengalaman unik: coba furnitur sambil menikmati matcha dalam satu ruang interaktif.
Gal Gadot memastikan tak kembali sebagai Wonder Woman di DCU baru. Simak perjalanan Gadot sebagai Diana Prince dan rencana DC Studios.
Polri menetapkan 89 tersangka kasus karhutla dari 189 laporan polisi. Penyidik juga menelusuri kemungkinan keterlibatan korporasi.
Empat mobil pick up untuk usaha 2026, dari Gran Max hingga Isuzu Traga. Simak harga, spesifikasi, kapasitas bak, dan kegunaannya.
Pieter Huistra masih mencari pemain lokal untuk PSS Sleman. Ia menginginkan pemain versatile yang bisa mengisi beberapa posisi.
Timnas voli putri Indonesia kalah 1-3 dari Iran pada perempat final AVC Women's Continental 2026. Garuda Pertiwi gagal melaju ke semifinal.