Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Pengendara motor melintas di dekat lubang proyek Saluran Air Hujan yang mangkrak, di Jalan Babaran, Rabu (28/8/2019)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA- Proyek saluran air hujan senilai Rp8,3 miliar yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) KPK beberapa waktu lalu diminta dihentikan.
Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, mengatakan permintaan penghentian itu disampaikan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP). Tapi menurutnya jika dihentikan yang kasihan adalah masyarakat sekitar. Sementara jika dilanjutkan, ia masih belum tahu siapa yang akan menjalankan.
"Maka kami perlu konsultasi dengan KPK atau pihak-pihak yang lain untuk bagaiman kita harus menyelesaikan persoalan ini. Terutama persoalan proyeknya, apakah akan dihentikan atau dilanjutkan. Kalau dihentikan ya harus dikembalikan fungsi jalannya," kata dia, Rabu (28/8/2019).
Ia mengungkapkan sampai sekarang belum mendapat laporan dari KPK terkait perkembangan kasus ini, khususnya pemeriksaan di Balai Kota minggu lalu. "Makanya belum tahu, kami masih menunggu," ujarnya.
Seperti diketahui KPK menangkap jaksa Kejari Jogja Eka Safitra serta seorang kontraktor dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi lelang proyek saluran air hujan di Jalan Soepomo Jogja.
Jaksa Kejari Jogja sekaligus anggota TP4D Eka Safitra terkena OTT KPK pada Senin (19/8/2019). Ia diduga menerima suap ratusan juta rupiah dari seorang kontraktor, lantaran membantu memuluskan kontraktor tersebut memenangi lelang proyek saluran air hujan di Kota Jogja bernilai lebih dari Rp10 miliar pada tahun anggaran 2019.
Eka selaku anggota TP4D seharusnya mengawal agar jangan sampai proses lelang maupun pelaksanaan proyek tersebut menyalahi aturan, namun ia diduga justru bersekongkol dengan kontraktor dan menyalahgunakan kewenangannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Revitalisasi Sumber Sindon di Gunungkidul dilakukan untuk membuka akses air bersih bagi 1.500 pelanggan baru PDAM Tirta Handayani.
Pemkab Gunungkidul memproses SK pelantikan 31 lurah terpilih hasil pilur serentak. Pelantikan dijadwalkan pada 27 November 2026.
Sekjen PBB dijadwalkan mengunjungi Indonesia untuk membahas kerja sama multilateral, meninjau kesiapan pasukan perdamaian, dan berpidato di Kemlu.
Harga cabai di Kulonprogo turun di tengah daya beli masyarakat yang melemah. Cabai rawit merah kini Rp45.000 per kilogram di tingkat petani.
Cak Imin menginstruksikan relawan PKB membantu wilayah terdampak karhutla. Bantuan meliputi masker dan air bersih, termasuk 12.000 liter di OKI