Bukan Mahasiswa UNY, Ini Penjelasan RSUP Dr Sardjito tentang Warga Jepang yang Dirawat di Ruang Isolasi
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
Pameran UMKM. /Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Keberadaan industri kecil menengah (IKM) dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Gunungkidul diharapkan dapat menggerakan perekonomian masyarakat.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul, Johan Eko Sudarto, mengatakan di era Revolusi Industri 4.0 para pelaku usaha yang ada di Bumi Handayani harus mulai bisa mengatur usahanya. Mulai dari penyediaan bahan baku, proses produksi hingga dalam hal pemasaran harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman. "Jangan terpaku dengan sistem pemasaran dengan cara memajang barang di pasar atau toko," ujarnya, Sabtu (8/9/2019).
Johan Eko menjelaskan dari penyediaan barang baku hingga pemasaran para pelaku usaha harus bisa memanfaatkan teknologi, sehingga produk IKM maupun UMKM dapat di kenal masyarakat secara luas. "Para pengusaha bisa menggunakan Internet untuk pemasaran seperti dijual melalui marketplace atau media sosial," kata dia.
Saat ini Disperindag Gunungkidul mengupayakan agar kemudahan dalam jual beli segera dirasakan oleh masyarakat secara luas dengan pemanfaatan teknologi Internet. Menurutnya saat ini sudah ada delapan pasar yang terkoneksi Internet. "Harapannya para pelaku UMKM dan IKM bisa menggunakan Internet untuk memasarkan produk mereka melalui media sosial," katanya.
Anggota DPRD Gunungkidul, Eko Rustanto, menuturkan untuk memajukan roda perekonomian masyarakat di Gunungkidul bukan perkara sederhana. Pasalnya, ada empat pilar yang harus diperhatikan pemerintah. "Empat pilar yang harus digenjot perkembangannya yaitu pariwisata, infrastruktur, UMKM dan pertanian," ujar dia.
Menurutnya, Dewan sering menyampaikan empat pilar tersebut kepada Pemkab untuk memaksimalkan dari segi fasilitas maupun dorongan. Jika selama ini pendapatan asli daerah (PAD) terbesar diperoleh dari sektor pariwisata, dikhawatirkan nantinya akan terjadi penurunan. "Selama ini realitanya wisatawan datang ke sini cuma menikmati alam. Uangnya paling cuma untuk retribusi, selebihnya uangnya dibelanjakan di Kota Jogja," katanya.
Diakuinya, yang menjadi kendala dalam pengembangan IKM dan UMKM di Gunungkidul yakni belum adanya tempat untuk menampung hasil produk. Oleh karena itu ia meminta kepada masyarakat dan pelaku IKM maupun UMKM mulai mempromosikan produk asli Bumi Handayani melalui media sosial.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
Kunjungan wisata di Bantul melonjak enam kali lipat selama libur Kenaikan Yesus Kristus 2026. Pantai Parangtritis tetap menjadi primadona wisatawan
Ketahui 4 ciri hewan kurban yang tidak sah menurut syariat Islam agar ibadah kurban Anda diterima dan sesuai ketentuan.
Umat Buddha Kulonprogo gelar Tribuana Manggala Bakti di Sungai Mudal sebagai rangkaian Waisak 2026 dengan konsep ekoteologi dan pelestarian alam.
Astra Motor Yogyakarta turut mendukung program TUMBUH yang memiliki tema semangat kolaboratif antar generasi muda hingga masyarakat pesisir
Sapi simmental berbobot 1 ton asal Gedangsari, Gunungkidul, dibeli Presiden Prabowo Subianto untuk kurban tahun ini.