Jadwal KRL Jogja-Solo 2 Juli 2026, Lengkap Semua Stasiun
Jadwal KRL Jogja–Solo Kamis 2 Juli 2026 lengkap semua stasiun. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru di sini.
Jamasan kerata Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Selasa (17/9/2019)./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA—Tradisi Jamasan Pusaka digelar Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Selasa (17/9/2019). Tradisi yang jamak dilakukan setiap bulan Sura ini merupakan prosesi pembersihan benda-benda pusaka milik Kraton dengan air bunga dan jeruk nipis agar senantiasa terawat dan bersih.
Jamasan digelar selama dua hari, baik di dalam maupun di luar Kraton. Pada Selasa Kliwon kemarin, Kraton menjamas rata (kereta). Jamasan Rata dilaksanakan di halaman Museum Kereta Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, di Jalan Rotowijayan, Jogja.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, terdapat dua kereta yang dijamas, yakni kereta Kanjeng Nyai Jimat yang merupakan kereta tertua milik Kraton dan pernah digunakan saat penobatan Sri Sultan Hamengku Buwono I hingga Sri Sultan Hamengku Buwono III, serta kereta pendamping (pandherek) yang juga dijamas.
"Tahun ini kereta pandherek yang dijamas adalah Kanjeng Kiai Jaladara. Kereta ini dibuat pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono III dan difungsikan hingga Sri Sultan Hamengku Buwono IV," ujar Mas Wedana Rotodiwiryo, pemimpin Jamasan Rata Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Selasa.
Jamasan kereta dimulai di ruang dalam museum pukul 09.00 WIB, dan diawali dengan pembacaan doa yang dilakukan para abdi dalem agar prosesi jamasan kereta berjalan lancar. "Kereta yang dijamas hanya dua dari 23 kereta yang ada di museum. Kalau Kanjeng Nyai Jimat adalah kereta tertua, Kereta Landower adalah kereta termuda yang dibuat 1927 pada era pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono IX," kata Rotodiwiryo.
Dari 23 kereta yang tersimpan di museum, beberapa di antaranya masih difungsikan. Sesekali kereta digunakan.untuk mendukung kegiatan Kraton sehingga rutin dibersihkan secara bergantian. "Tujuan jamasan ini untuk merawat kereta-kereta pusaka. Kami rawat. Kalau ada kerusakan langsung diperbaiki," ujarnya.
Selama abdi dalem membersihkan kereta pusaka, masyarakat yang hadir mengikuti setiap tahapan prosesi. Mereka juga membawa botol kemasan bahkan jeriken untuk mengambil air sisa jamasan.
Salah seorang warga Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Sartini, 39, mengaku kedatangannya tak hanya untuk melihat prosesi jamasan, tetapi juga untuk ngalap berkah. "Air bekas jamasan disimpan di rumah dan untuk disiramkan tanaman di sawah," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KRL Jogja–Solo Kamis 2 Juli 2026 lengkap semua stasiun. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru di sini.
Jadwal 16 besar Piala Dunia 2026: Kanada vs Maroko dan Paraguay vs Prancis, Minggu dini hari WIB. Simak jam tayang & siaran langsung.
Kasus dugaan penganiayaan di Daycare Jogja bertambah jadi 27 tersangka, dengan 103 anak korban. Polisi masih kembangkan penyidikan.
Bantul lanjutkan restorasi Gumuk Pasir Parangkusumo dengan penebangan vegetasi demi mengembalikan fungsi alami kawasan langka.
Prof Dante tegaskan obesitas adalah penyakit serius yang meningkatkan risiko jantung dan kanker, perlu penanganan menyeluruh.
BRIN dorong pembahasan RUU Pemilu dipercepat agar Pemilu 2029 berjalan berkualitas dan sesuai tahapan.