Dompet Dhuafa Gulirkan Bestian Sama Yatim
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Ilustrasi kegiatan budaya masyarakat/Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul terus berupaya memperbanyak Desa Budaya untuk mempertahankan tradisi dan budaya yang ada di masing-masing desa. Saat ini sudah ada 12 Desa Budaya di Bantul.
“Tahun ini kemungkinan akan bertambah lagi karena ada 12 Rintisan Desa Budaya yang sedang dalam pendampingan menuju Desa Budaya,” kata Kepala Disbud Bantul, Nugroho Eko Setyanto, Minggu (22/9/2019).
Nugroho mengaku belum tahu pasti berapa Desa Budaya yang akan ditetapkan tahun ini karena proses pendampingan masih berlangsung. Dia menegaskan sebuah desa tak bisa sembarang ditetapkan sebagai Desa Budaya.
Sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) No.36/2014 tentang Desa Budaya dan SK Gubernur No.262/2016 tentang Penetapan Desa/Kelurahan Budaya, kata Nugroho, perlu ada syarat-syarat yang harus dipenuhi. Beberapa di antaranya adalah kewajiban Desa Budaya mengembangkan dan mengaktualisasikan potensi budaya yang dimiliki dari sisi adat, tradisi, seni, permainan tradisional, bahasan, sastra, aksara, kerajinan, pengobatan tradisional, warisan budaya, dan kuliner.
Selain itu setelah Desa Budaya terbentuk, semua pihak, mulai dari masyarakat sampai pemerintah harus lebih memberdayakan potensi, promosi, berikan pelatihan. “Masyarakat harus memelihara dan kembangkan. Dan anggaran akan diperioritaskan,” kata Nugroho.
Dia menambahkan Rintisan Desa Budaya juga tetap mendapat bantuan anggaran selama proses pendampingan untuk mengadakan berbagai kegiatan dengan kisaran Rp25-30 juta. Selain dilakukan Disbud Bantul, proses pendampingan juga dilakukan oleh para pendamping Desa Budaya dari provinsi. Masing-masing pendamping bisa mendampingi lebih dari satu rintisan desa budaya.
Lebih lanjut mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika tersebut mengatakan untuk peningkatan kegiatan seni dan budaya di Bantul dinasnya mengajukan tambahan anggaran Dana Keistimewaan 2020 sebesar Rp20 miliar. Adapun tahun ini Disbud Banutl hanya mendapat porsi Rp15 miliar”Hampir semua kegiatan kami memang langsung melibatkan masyarakat,” ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Nanik Deyang mundur dari Kepala BGN karena alasan kesehatan, namun menegaskan tetap mengawal Program Makan Bergizi Gratis.
Harga pangan nasional 22 Juli 2026 bergerak variatif. Bawang dan sebagian cabai turun, sementara beras medium, telur, dan minyak curah naik.
Sistem buka tutup dan contraflow kembali berlaku di Simpang Tiga Piyungan hingga akhir Juli 2026 seiring proyek rigid beton dilanjutkan.
Kemenperin menilai lonjakan impor truk berpotensi menekan industri otomotif, investasi, utilisasi pabrik, dan penyerapan tenaga kerja
Pertamina menargetkan pabrik hidrogen hijau pertama di PLTP Ulubelu, Lampung, mulai beroperasi pada November 2026.