Dompet Dhuafa Gulirkan Bestian Sama Yatim
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Suasana rumah duka di Dusun Sawit, Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Bantul, Senin (23/9/2019)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL--Suasana duka menyelimuti rumah Egi Hermawan, 17, di Dusun Sawit, Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Bantul, Senin (23/9/2019). Para pelayat silih berganti berdatangan untuk menampaikan belasungkawa terhadap keluarga Egi.
Egi meninggal dunia setelah dibacok gerombolan orang tidak dikenal di wilayah Jogja. Pelajar Kelas III di salah satu sekolah menengah kejuruan (SMK) swasta di Jogja itu meninggal dalam perjalanan menuju ke RSUD Jogja atau RS Wirosaban akibat luka bacokan sekitar empat sentimeter di bagian perut bagian atas, Minggu (22/9/2019) sore.
Keluarga baru mengetahui menjelang maghrib setelah didatangai satpam RS Wirosaban dan teman Egi. "Kemarin [Minggu] sore memang keluarga sedang kumpul, namun belum tahu ada kejadian ini," kata Putut Indroyono, salah satu paman korban disela-sela menerima pelayat.
Putut tidak mengetahui persoalan yang terjadi dengan keponakannya tersebut hingga terjadi insiden memilukan.,
Sepengetahuan Putut, Egi selama ini tidak pernah neka-neka. Bahkan sejak beberapa bulan terakhir sibuk membantu kedua orang tuanya menjaga warung angkringan di barat kampus ISI Jogja setelah pulang sekolah dan saat hari libur pada Sabtu dan Minggu.
Egi Hermawan merupakan putra pertama dari tiga bersaudara pasangan Heris dan Ririn. Selain itu di mata keluarga, Egi juga dinilai anak yang mandiri. "Anaknya pendiam. Tidak pernah membuat masalah keluarga," kata Putut.
Meski begitu dia tidak memungkiri bahwa Egi pernah ikut-ikutan dalam kelompok pelajar pada saat kelas I dan II. Setelah itu Egi lebih banyak di rumah, terutama setelah selesai mengikuti praktik kerja lapanan (PKL).
Oleh karena itu kejadian yang menimpa Egi cukup mengagetkan keluarga. Namun demikian pihak keluarga sudah menerima kejadian tersebu sebagai musibah. Terkait dengan proses hukum yang tengah ditangani polisi, Putut menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut untuk diusut sampai tuntas.
Seperti diketahui, Egi dibacok orang tidak dikenal saat melintas bersama temannya, Irfan di Jalan Supomo, Kecamatan Mantrijeron, Jogja, pada Minggu, sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu korban pulang dari lapangan futsal di Jalan Parangtritis.
Saat di lokasi kejadian, korban mendadak dipepet gerombolan orang yang mengendarai lima sepeda motor. Setelah pelaku mengambil kunci kemudian menganiaya korban. Salah satu pelaku mengayunkan senjata tajam dan mengenai bagian perut korban, sementara teman korban berhasil kabur.
Korban sempat sadar saat dievakuasi polisi untuk dibawa ke rumah sakit. Namun sampai di RS Wisosaban, korban sudah dinyatakan meninggal dunia.
Hingga Senin siang sejumlah pelayat masih memadati rumah korban. Jenazah rencananya dimakamkan di kompleks pemakaman di wilayah Nitikan, Umbulharjo, Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Pesawat yang membawa Menhut Raja Juli Antoni gagal mendarat di Kalbar karena kabut asap karhutla membuat jarak pandang hanya 100 meter.
Komisi X DPR RI meminta BPS memperbarui data desil maksimal dua minggu karena ketidaksesuaian data menghambat penyaluran bantuan.
DPRD Kota Jogja mendorong pengembangan kawasan timur dan selatan untuk memperkuat investasi dan pusat pertumbuhan ekonomi baru.
KPK mengawal perbaikan tata kelola ASDP setelah penanganan perkara dugaan korupsi, termasuk tiga area yang dinilai berisiko.
Inflasi Kota Jogja Agustus 2026 mencapai 0,24% secara mtm. Kenaikan harga daging ayam ras menjadi salah satu pemicu utama.