Jadwal SIM Keliling Kulonprogo 11 Juli 2026, Ini Lokasinya
Polres Kulonprogo kembali menghadirkan layanan SIM keliling pada Juli 2026 untuk memudahkan masyarakat memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM).
Ilustrasi PMPS Sekaten./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA- Pelaksanaan Sekaten tahun ini digelar sangat berbeda. Hiruk pikuk rangkaian kegiatan Sekaten dengan pasar malam tak akan lagi ditemui. Sebagai gantinya, atraksi seni dan budaya hingga pameran manuskrip milik keraton akan dipertontonkan ke publik.
Kabar tidak adanya pasar malam menjelang pelaksanaan Sekaten sudah muncul beberapa pekan terakhir. Hanya saja, kabar tersebut dibenarkan saat jumpa pers perayaan Sekaten 2019 di Bale Raos, Kamis (3/10/2019).
Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Notonegoro membenarkan jika rangkaian Hajad Dalem Sekaten tahun ini tidak lagi dihiasi dengan kegiatan pasar malam. Hal itu merupakan merupakan keinginan dari Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan HB X.
Salah satu alasannya, kata Notonegoro, agar semangat Hajad Dalem Sekaten bisa dikembalikan ke era awal Kerajaan Mataram Islam di tanah Jawa. Menurut Notonegoro kegiatan pasar malam Sekaten sudah ada sejak zaman penjajahan. Hanya saja, pasar malam itu bukan bagian dari perayaan Sekaten.
"Jadi ada alasan kenapa pasar malam tidak diadakan untuk perayaan Sekaten tahun ini," kata Penghageng Kawedanan Hageng Punakawan Kridhamardawa Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini.
Suami GKR Hayu ini menjelaskan, awalnya Sekaten digunakan oleh keraton untuk kegiatan syiar, salah satunya memupuk semangat perjuangan melawan kolonialisme. "Belanda kemudian mengadakan pasar malam untuk memecah perhatian rakyat. Dulu (pasar malam) sempat tidak ada, kemudian muncul lagi sekitar 30 tahun terakhir," katanya.
Tidak adanya pasar malam juga didasarkan pada fakta di mana setelah pasar malam selesai, kata Notonegoro, kondisi Alun-alun Utara amburadul. Rumput banyak yang hilang dan kondisi lahan tidak karu-karuan. Pihak kraton pun berupaya melakukan pemulihan kondisi Alun-alun (Utara).
"Jadi ini demi menjaga kondisi Alun-Alun Utara juga. Itu sebenarnya Dawuh Dalem. Ngarso Dalem (Sri Sultan HB X) memang sempat dawuh, kalau Alun-alun setiap tahun dipakai pasar malam, itu tidak akan pernah bisa bagus," katanya.
"Saya tidak tahu pasti kapan pasar malam bisa kembali digelar. Apakah dua tahun sekali atau bisa lebih, itu tergantung kondisi alun-alun,".
Menurut dia, hiburan asli Sekaten adalah gamelan. Hanya saja dalam perkembangannya, muncul hiburan musik hingga dangdutan. "Saya tidak ada masalah dengan dangdut tapi kan tidak cocok dengan temanya. Ini kan sekaten dari kata \'syahadatain\', nah kami coba merasakan sekaten pada waktu dulunya," katanya.
Agar pelaksanaan Sekaten tetap semarak, pihak Kraton menyiapkan sejumlah kegiatan untuk mengembalikan semangat Sekaten. Keraton menggelar Pameran Sekaten mulai 1-9 November di Kagungan Dalem Bangsal Pagelaran dan Kagungan Dalem Kompleks Sitihinggil Keraton Jogja.
"Tema besar yang diangkat dalam acara ini berkaitan dengan Sri Sultan Hamengku Buwono I. Mulai dari biografi hingga karya pendiri Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat," kata GKR Bendoro.
Selain itu, masyarakat juga tetap bisa ikut berpartisipasi dengan beragam kegiatan seperti tur kuratorial, pelatihan seni, lomba karawitan, pertunjukan dan perlombaan seni, dan diskusi film budaya. "Ada pameran manuskrip kuno milik keraton yang akan ditampilkan. Manuskrip ini hanya ada di perayaan Sekaten, setelah itu tidak akan ditampilkan lagi," kata Bendoro.
Keraton juga tetap melaksanakan Upacara Miyos Gangsa pada Minggu (3/11) dan Kondur Gangsa, Sabtu (9/11). Setelah itu, masyarakat tetap bisa mengikuti Gerebeg Mulud pada Minggu (10/10). Semua kegiatan tersebut akan berpusat di Masjid Gedhe Kraton.
Terpisah, Kepala Dinas Kepala Disperindag Kota Jogja, Yunianto Dwi Sutono mengakui tidak ada lagi pelaksaan pasar malam perayaan sekaten (PMPS) mulai tahun ini. Bahkan dia memastikan jika anggaran PMPS di Disperindag juga tidak ada. "Kegiatan Sekaten lebih keperayaan atau upacara adatnya yang dilaksanakan oleh pihak keraton," pangkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Kulonprogo kembali menghadirkan layanan SIM keliling pada Juli 2026 untuk memudahkan masyarakat memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM).
Kalender Agustus 2026 memiliki dua hari libur nasional tanpa cuti bersama. Simak daftar tanggal merah dan peluang long weekend.
Harga emas Antam hari ini, Sabtu 1 Agustus 2026, turun Rp20.000 menjadi Rp2.603.000 per gram. Simak daftar harga dan buyback terbaru.
James Riady menegaskan mal Lippo tidak memasang pagar tambahan dan optimistis ekonomi Indonesia tetap menarik bagi investor global.
Memvalidasi setiap informasi kontak resmi menjadi langkah penting sebelum memilih layanan pinjaman online. Berikut adalah beberapa alasan yang mendasarinya.
Wisata paddle board di Muara Sungai Opak Baros Bantul menarik wisatawan dan membuka peluang ekonomi baru bagi warga pesisir.