Jogja Siap Pecahkan Rekor MURI 1.000 Difabel Tuli
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Ilustrasi kondom. /Reuters
Harianjogja.com, JOGJA- Sebanyak 73 kampung di Kota Jogja saat ini telah menjadi Kampung Panca Tertib. Sejak 2015 lalu, Pemkot mencanangkan program ini untuk meningkatkan ketertiban di masyarakat. Namun dalam perjalanannya, sejumlah persoalan ditemui warga.
Salah satu Kampung yang telah menjadi kampung Panca tertib yakni kampung Ngadisuryan, Kelurahan patehan. Sebagai kampung yang berlokasi berdekatan dengan kawasan wisata Alun-Alun Kidul, beberapa persoalan ketertiban bahkan kriminal sering terjadi di sana.
Koordinator kampung Panca tertib Ngadisuryan, Edi Suyudono, mengatakan kepada wartawan, kamis (3/10/2019), warga sudah berkomitmen mengambil tertib sosial dan tertib lingkungan. Ia mengungkapkan persoalan yang dihadapi di antaranya adalah tidak adanya sinergi antara pemerintah dengan lingkungan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, sehingga beberapa peraturan tidak sinkron.
Ia mencontohkan peraturan soal odong-odong. Sebenarnya warga ingin mengatur keberadaan odong-odong yang beroperasi di Alkid, namun hal ini terkendala karena belum ada izin. Menurutnya keberadaan odong-odong yang saat ini telah berjumlah sekitar 200 unit itu cukup mengganggu warga.
Lebih parah lagi banyaknya odong-odong ini tidak ada batasan jam untuk operasional, mereka terus beroperasi sampai pagi. Tidak adanya batas operasional ini dikhawatirkan menimbulkan potensi tindak kriminal. Ia menyebutkan dalam satu bulan terakhir terjadi tiga kali tindak kriminal di wilayah Alkid.
Selain itu, ramainya Alkid dan tidak adanya aturan kuat bagi para pelaku ekonomi maupun pengunjung di sana menimbulkan persoalan sampah. “Sering ditemukan kotoran atau alat kontrasepsi. Karena masuk wilayah kami maka harus kami yang bertanggung jawab,” ujarnya.
Di dalam Alun-Alun, juga kerap menemukan tusuk sate yang biasa berasal dari jajanan cilok atau bakso tusuk. Hal ini bisa membahayakan mengingat Alkid kerap digunakan untuk olah raga khususnya anak-anak. “Semestinya di dalam Alun-Alun steril dari orang berjualan,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Pemkab Bantul masih mematangkan persiapan pembangunan PSEL, mulai dari penyiapan lahan hingga penyusunan MoU dan PKS bersama Danantara.
KPK mengusulkan kampanye akbar ditinjau ulang dan mendorong kampanye digital untuk menekan biaya politik serta mencegah korupsi.
Dispetaru Bantul menyusun SPPR 2026-2030 untuk menyelaraskan program pembangunan lintas OPD dengan RTRW agar pembangunan lebih terarah.
Polisi memeriksa nakhoda dan sembilan ABK KM Nurul Salsa untuk mengungkap penyebab kapal tenggelam. Sebanyak 20 penumpang masih dicari.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 19 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Tarif tetap Rp8.000 dengan 12 perjalanan setiap hari.