Klaten Catat Sejarah, Pertama Kali ICHC Digelar di Indonesia
Rangkaian hari kedua Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026 mencatat sejarah menjadi tuan rumah International Cycling History Conference (ICHC)
Kegiatan Penguatan Nilai-Nilai Kesetiakawanan Sosial melalui Restorasi Sosial Berbasis Budaya Jawa Mewujudkan Kesejahteraan Sosial. Kegiatan yang digelar di balai Kalurahan Guwosari, Pajangan, Bantul, Kamis (10/8/2023)/ Harian Jogja-Jumali
BANTUL—Dinas Sosial (Dissos) DIY menggelar kegiatan Penguatan Nilai-Nilai Kesetiakawanan Sosial melalui Restorasi Sosial Berbasis Budaya Jawa Mewujudkan Kesejahteraan Sosial. Kegiatan yang digelar di Balai Kalurahan Guwosari, Pajangan, Bantul, Kamis (10/8/2023) ini bertujuan merekatkan kesetiakawanan di masyarakat yang mulai memudar.
Kepala Dinsos DIY, Endang Patmintarsih mengatakan pada era globalisasi perkembangan teknologi yang pesat tidak hanya berdampak positif, tetapi juga berdampak negatif yang harus ditanggulangi sehingga tidak memudarkan ciri khas dan identitas di masyarakat. Alhasil, ada dampak buruk dari globalisasi dan perkembangan teknologi, salah satunya adalah sikap individualis dan egois."Dampak negatif ini yang harus ditanggulangi sehingga tidak memudarkan ciri khas dan identitas di masyarakat," katanya.
Padahal, ciri dari masyarakat di DIY selama ini dikenal mengedepankan kesetiakanawan sosial, sopan santun hingga kegotongroyongan. “Untuk itu kami punya kewajiban untuk mengembalikan ciri khas dan identitas ini," paparnya.
Menurut dia, keberadaan nilai-nilai sosial di masyarakat yang kini telah terdegradasi butuh dikembalikan sebagai identitas di DIY. Salah satu cara dilakukan dengan menggelar kegiatan Penguatan Nilai-Nilai Kesetiakawanan Sosial tersebut. Dengan kegiatan ini, dia berharap relasi yang merenggang bisa kembali direkatkan, sopan santun maupun budi pekerti tetap dimiliki oleh masyarakat. “Setelah kegiatan ini kami harapkan akan ada aksi nyata, untuk mengembalikan nilai-nilai budaya di masyarakat yang mulai memudar," ujar dia.
BACA JUGA: Cegah Masalah Sosial dan Remaja Melalui Wayang Cakruk
Ketua Karang Taruna DIY GKR Hayu sekaligus Penghageng Tepas Tandha Yekti Kraton Yogyakarta mengungkapkan, ada banyak sekali filosofi Jawa yang bisa dijadikan pegangan. Hanya saja, banyak yang belum paham mengenai filosofi tersebut, utamanya filosofi mengenai Sangkan Paraning Dumadi, Memayu Hayuning Bawono dan Manunggaling Kawulo Gusti. Jika ketiga filosofi ini dipahami, maka persoalan pemudaran ciri khas dan identitas DIY akan mampu ditanggulangi.
"Untuk itu saat ini yang harus difokuskan adalah apa yang ada di kuasa manusia. Budaya ngrumangsani dan nguwongke harus terus ditingkatkan. Tidak hanya generasi muda tapi juga generasi atasnya," ujar dia.
Praktisi kesejahteraan sosial Winardiyanto menekankan terkait dengan kebahagiaan. Kebahagiaan tidak harus sama. Selain itu, masyarakat juga harus tetap memiliki budaya malu dan harus diikuti dengan gerakan nyata. "Untuk menumbuhkan nilai-nilai luhur warisan nenek moyang,” katanya.
Sedangkan Lurah Guwosari Masduki Rahmat berharap kegiatan ini mampu menyegarkan kembali nilai kesetiakawanan sosial di kalurahannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rangkaian hari kedua Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026 mencatat sejarah menjadi tuan rumah International Cycling History Conference (ICHC)
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dorong skrining kesehatan mental siswa usai kasus klitih yang menewaskan pelajar di depan SMAN 3 Jogja.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini hadir di Alun-Alun Kidul dan layanan drive thru di Mal Pelayanan Publik Kota Jogja.
KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 246 ribu penumpang KAJJ selama libur Kenaikan Yesus Kristus, naik 189 persen dari pekan sebelumnya.
Disdik Sleman mulai adaptasi penerapan Bahasa Inggris di SD menjelang kebijakan wajib nasional pada tahun ajaran 2027/2028.