Yakin Singkirkan Prancis, Pelatih Spanyol Percaya Diri ke Final
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente optimistis timnya bisa mengalahkan Prancis di semifinal Piala Dunia 2026. Rekor pertemuan jadi modal penting.
Kraton Ngayogyakarta. /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA- Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat menegaskan kembali jika tidak ada pemberian izin bagi panitia Muslim United untuk menggelar kegiatan baik di Alun-Alun Utara maupun Masjid Kauman.
Penghageng Tepas Tandha Yekti Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu mengatakan berdasarkan dua surat yang dikeluarkan oleh pihak Keraton terkait izin kegiatan Muslim United tersebut. "Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat sampai sekarang masih berpegang pada dua surat Penghageng yang dikirim kepada panitia acara," katanya, Selasa (8/10/2019).
Ungkapan tersebut juga ditulis Hayu di akun Twitternya, @gkrhayu. Penegasan tersebut disampaikan Hayu untuk menepis isu-isu yang berkembang di masyarakat terkait kegiatan Muslim United yang digelar pada 11, 12 dan 13 Oktober itu. Apalagi saat ini baliho dan tenda-tenda sudah didirikan oleh pihak panitia di sekitar Masjid Gedhe. Panitia tidak mengindahkan dua surat yang dikeluarkan oleh pihak Kraton.
"Tidak ada \'katanya boleh\', atau \'sudah rembugan dengan Kraton\'. Kagungan Dalem Masjid Gedhe adalah kagungan Kraton, bukan kagungan panitia," tegas Hayu.
Jika ada yang bertanya kenapa dua surat tersebut ditegaskan kembali, Hayu menjelaskan, ketika poster acara muncul, banyak elemen masyarakat yang menyatakan keberatan atas acara tersebut. "Sehingga seperti statement GKR Condrokirono, kami tidak mau ada ribut-ribut berkepanjangan. Kawedanan Hageng Panitrapura yang dipimpin oleh GKR Condrokirono adalah divisi tertinggi di @kratonjogja saat ini setelah Sultan," kata Hayu.
Dia menyesalkan sikap panitia pelaksana Muslim United yang keukeh tetap menggelar kegiatan tersebut di Masjid Gedhe meskipun sudah tidak diizinkan oleh pihak Keraton. "Nggak tahu juga (alasan panitia apa?) bukannya trus cari venue baru (tapi tetap di Masjid Gedhe). Kalau kami sih jelas sudah ada dua surat itu, kalau cuma berbekal \'katanya\' ya susah," kata Hayu kepada Harianjogja.com.
Sekadar diketahui, Kraton Ngayogyakarta tidak mengabulkan izin penggunaan fasilitas Kagungan Ndalem Masjid Gedhe Keraton (Kauman) beserta halaman, Ndalem Pengulon, dan Alun-Alun Utara sisi Barat untuk acara Muslim United.
Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat melalui Kawedanan Hageng Panitrapura pun mengeluarkan surat pelarangan penggunaan fasilitas yang ditandatangani oleh Penghageng Gusti Kanjeng Ratu Condrokirono. Surat bernomor 0336/KH.PP/Suro.IX/WAWU.1953.2019 ditujukan kepada Ketua Pelaksana Kegiatan Muslim United Nanang Syaifurozi pada 28 September 2019. Surat itu menjawab surat yang dikirim panitia bernomor 002/PPT/MU/IX/2019 tertanggal 24 September 2019.
Penghageng Kawedanan Hageng Punakawan Kridhamardawa Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat KPH Notonegoro menyarankan agar panitia mencari tempat lain. "Semoga panitia bisa menyiapkan plan B. Kalau saya panitianya \'oh tidak diparengke ya sudah kita coba cari alternatif di tempat lain\', kan seharusnya seperti itu," kata Notonegoro di Bale Raos Kraton, Kamis (3/10/2019) lalu.
Meskipun Notonegoro mengaku tidak tahu pasti alasan Kawedanan Hageng Panitrapura tidak memberikan izin penggunaan Masjid Gedhe Kauman dan Alun Alun Utara, namun dia berpendapat jika Kraton tidak perlu memberi alasan apapun kepada publik.
"Itu (Masjid Gedhe) punya Kagungan Ndalem kok, mau dipinjam. Secara prinsip kan itu tempatnya Kraton, kemudian mau dipinjam, Kraton tidak mau meminjamkan. Kan tidak perlu alasan apa-apa," ungkapnya.
Muslim United Seduluran Saklawase merupakan acara muslim expo, tabligh akbar, aktivitas sosial, festival makanan, muslim comunity gathering, dan ada juga pojok anak. Tahun ini merupakan penyelenggaraan yang kedua digelar di Jogja.
Dalam poster yang beredar, acara Muslim United bakal diselenggarkan pada 11, 12, dan 13 Oktober 2019. Acara digelar di Alun-alun Utara dan Kompleks Masjid Gedhe Kauman. Dalam poster juga disebutkan sejumlah tokoh yang akan hadir dalam kegiatan tersebut. Seperti Felix Siauw, Ustaz Abdul Somad, Hanan Attaki, hingga mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.
Harianjogja.com sudah berupaya menghubungi Ketua Panitia Kegiatan Muslim United, Nanang Syaifurrozi baik melalui telepon maupun pesan singkat. Hingga berita ini diturunkan belum ada respons dari pihak penyelenggara.
https://www.youtube.com/watch?v=w6j88veDWT8
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente optimistis timnya bisa mengalahkan Prancis di semifinal Piala Dunia 2026. Rekor pertemuan jadi modal penting.
Ariana Grande mengejutkan penggemar setelah memutuskan mengurangi aktivitas publik di tengah kesuksesan album Petal yang menempati posisi pertama Billboard 200.
Kemendikdasmen membuka Beasiswa BPI GTK 2026 bagi guru, calon guru, dan tenaga kependidikan. Simak syarat, jadwal pendaftaran, komponen bantuan, dan cara mendaf
Persib Bandung dipastikan berada di Pot 4 ACL Two 2026/2027 setelah Gangwon FC dan Adelaide United gagal lolos ke ACL Elite. Maung Bandung kini menunggu drawing
Flashdisk bekas menyimpan jejak digital yang bisa dipulihkan. Pelajari cara format aman di Windows dan Mac, serta kapan harus menghancurkan fisik perangkat sebe
Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) bersama Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) Jawa Timur mengerahkan tim respons untuk mendukung operasi pemadam