IHSG Melemah 0,12 Persen, Sektor Energi Jadi Penopang Penguatan Bursa
IHSG ditutup melemah 0,12% ke level 6.343,71. Di tengah koreksi bursa, saham sektor energi dipimpin CUAN, DSSA, dan PTRO justru menguat.
Patung-patung yang tampil saat gelaran JSSP 2017 lalu./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA—Pameran patung dengan konsep memanfaatkan ruang publik Jogja Street Sclupture Project (JSSP) kembali digelar tahun ini. Untuk gelaran yang ketiga kalinya ini, JSSP bakal tampil dengan konsep yang berbeda dengan sebelumnya.
Ketua Panitia JSSP 2019 Rosanto Bima Pratama mengatakan JSSP 2019 bakal dilaksanakan selama kurang lebih sebulan, mulai 17 November hingga 10 Desember mendatang. Adapun konsepnya, kata dia berbeda dengan JSSP yang digelar sebelumnya.
Dalam gelaran kali ini patung-patung JSSP tak akan dipamerkan di satu titik saja, melainkan tersebar di tiga kabupaten/kota, yakni Kota Jogja, Kabupaten Bantul, dan Sleman. Di Kota Jogja, JSSP akan digelar di kawasan Titik Nol Kilometer; di Bantul ada di objek wisata gumuk pasir; dan di Sleman ada di kawasan Kinahrejo, Kecamatan Cangkringan.
“Pembukaan dilakukan pada 17 November di Monumen Serangan Oemoem 1 Maret, Jogja,” kata dia saat jumpa pers JSSP 2019 di Galeri Tiforti Art Space, Jogja, Kamis (17/10/2019).
Pemilihan ketiga tempat itu, menurut Bima, didasarkan pada garis imajiner sumbu filosofi DIY yang membentang dari utara sampai selatan. Rencananya JSSP yang masih didukung penuh oleh Asosiasi Pematung Indonesia (API) itu bakal menampilkan 33 patung hasil karya dari 60 seniman. “Tak hanya itu, kami juga mengundang empat pematung dari Malaysia,” ucap dia.
Itulah sebabnya, JSSP kali ini mengambil tema Pasir Bawono Wukir. Melalui tema itu diharapkan seniman diharapkan bisa merespons ruang publik karena yang menjadi poros tata ruang Keistimewaan DIY, terutama yang berada di garis imajiner sumbu filosofis.
Adapun soal pengurasian, dia mengaku ada tiga orang pengamat, kritikus dan praktisi seni rupa yang terlibat, masing-masing adalah akademisi seni rupa dari ISI Jogja, Soewardi; arsitek Eko Prawoto; dan kritikus seni rupa dari UGM Kris Budiman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
IHSG ditutup melemah 0,12% ke level 6.343,71. Di tengah koreksi bursa, saham sektor energi dipimpin CUAN, DSSA, dan PTRO justru menguat.
LPEM FEB UI mengungkap lima jurusan kuliah yang paling banyak menyumbang pengangguran lulusan S1 di Indonesia. Manajemen berada di posisi teratas, disusul Hukum
Hujan meteor Perseid masih dapat disaksikan dari Indonesia pada 13-14 Agustus 2026. Simak waktu terbaik, cara mengamati, dan lokasi ideal untuk melihat meteor.
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Kimaya Sudirman Yogyakarta menghadirkan dua program spesial sepanjang Agustus 2026
Media Jepang menyoroti fenomena ratusan WNI yang menggunakan nama karakter anime seperti Naruto, Uzumaki, Nobita, hingga Sasuke berdasarkan data Dukcapil Semest
Korban tewas gempa magnitudo 7,4 di Kolombia bertambah menjadi 265 orang. Sebanyak 3.494 warga terluka dan 496 lainnya masih dinyatakan hilang.