Laba Pertamina Tembus Rp55,2 Triliun pada 2025, Ini Pendorongnya
Pertamina membukukan laba bersih Rp55,2 triliun sepanjang 2025. Kinerja ditopang sektor hulu, hilir, gas, hingga energi rendah karbon.
Patung-patung yang tampil saat gelaran JSSP 2017 lalu./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA—Pameran patung dengan konsep memanfaatkan ruang publik Jogja Street Sclupture Project (JSSP) kembali digelar tahun ini. Untuk gelaran yang ketiga kalinya ini, JSSP bakal tampil dengan konsep yang berbeda dengan sebelumnya.
Ketua Panitia JSSP 2019 Rosanto Bima Pratama mengatakan JSSP 2019 bakal dilaksanakan selama kurang lebih sebulan, mulai 17 November hingga 10 Desember mendatang. Adapun konsepnya, kata dia berbeda dengan JSSP yang digelar sebelumnya.
Dalam gelaran kali ini patung-patung JSSP tak akan dipamerkan di satu titik saja, melainkan tersebar di tiga kabupaten/kota, yakni Kota Jogja, Kabupaten Bantul, dan Sleman. Di Kota Jogja, JSSP akan digelar di kawasan Titik Nol Kilometer; di Bantul ada di objek wisata gumuk pasir; dan di Sleman ada di kawasan Kinahrejo, Kecamatan Cangkringan.
“Pembukaan dilakukan pada 17 November di Monumen Serangan Oemoem 1 Maret, Jogja,” kata dia saat jumpa pers JSSP 2019 di Galeri Tiforti Art Space, Jogja, Kamis (17/10/2019).
Pemilihan ketiga tempat itu, menurut Bima, didasarkan pada garis imajiner sumbu filosofi DIY yang membentang dari utara sampai selatan. Rencananya JSSP yang masih didukung penuh oleh Asosiasi Pematung Indonesia (API) itu bakal menampilkan 33 patung hasil karya dari 60 seniman. “Tak hanya itu, kami juga mengundang empat pematung dari Malaysia,” ucap dia.
Itulah sebabnya, JSSP kali ini mengambil tema Pasir Bawono Wukir. Melalui tema itu diharapkan seniman diharapkan bisa merespons ruang publik karena yang menjadi poros tata ruang Keistimewaan DIY, terutama yang berada di garis imajiner sumbu filosofis.
Adapun soal pengurasian, dia mengaku ada tiga orang pengamat, kritikus dan praktisi seni rupa yang terlibat, masing-masing adalah akademisi seni rupa dari ISI Jogja, Soewardi; arsitek Eko Prawoto; dan kritikus seni rupa dari UGM Kris Budiman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pertamina membukukan laba bersih Rp55,2 triliun sepanjang 2025. Kinerja ditopang sektor hulu, hilir, gas, hingga energi rendah karbon.
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.