Lebih dari 100.000 Orang di DIY Telah Disuntik Vaksin
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Ilustrasi petani di desa/JIBI
Harianjogja.com, KULONPROGO-- Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo mencatat jumlah petani di Kabupaten Kulonprogo saat ini sebanyak 139.785 orang. Namun tidak semuanya aktif. Kebanyakan telah berhenti karena faktor usia.
"Rata-rata usianya sudah menyentuh angka 50 tahun ke atas, sehingga banyak yang kemudian berhenti," ungkap Kepala Disperpangan Kulonprogo, Aris Nugraha, Jumat (18/10/2019).
Kondisi itu menimbulkan keprihatinan. Sebab, petani dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pangan. Namun di sisi lain, tak banyak yang berminat untuk menggeluti pekerjaan tersebut. Terutama para generasi muda, yang kini cendrung memilih bekerja di sektor lain di luar pertanian.
Untuk mengantisipasi punahnya profesi petani, Disperpangan Kulonprogo sedang menggencarkan program pelatihan dan pembinaan terkait pertanian dengan menyasar generasi muda. Program bernama Petani Milenial itu diikuti oleh peserta dengan syarat usia 19-39 tahun.
Program tersebut diluncurkan oleh Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian pada pertengahan tahun ini. Dinas pertanian di seluruh Indonesia tak terkecuali Kulonprogo kemudian menerapkan program itu di daerahnya masing-masing dengan tujuan meregenerasi petani serta mendukung pemenuhan kebutuhan pangan lokal.
Aris mengatakan untuk wilayah Kulonprogo program itu telah diikuti 24 peserta. Mereka mendapat pelatihan selama dua hari di kompleks Disperpangan Kulonprogo, pada September lalu. Pelatihan ini tidak hanya sebatas untuk peserta yang ingin terjun langsung ke lapangan sebagai petani, tapi juga sektor-sektor pendukung seperti pengolahah hasil pertanian, alat-alat pertanian dan sebagainya.
"Penerapan program ini bekerja sama dengan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang. Para petani muda diberi pemahaman bahwa petani bukanlah pekerjaan rendahan. Dari petani, pundi-pundi rupiah yang dihasilkan tetaplah besar, tergantung bagaimana petani itu mengelola usahanya," jelasnya.
Eka Prita Isnuari salah satu peserta program Petani Milenial mengatakan banyak hal yang ia peroleh setelah mengikuti program tersebut. Antara lain dia jadi tau tata cara pemanfaatan sumber daya lokal dalam pemberdayaan masyarakat, budidaya petani modern, penanganan hama penyakit dan pestisida organik, kewirausahaan, hingga manajemen pemasaran pertanian, mulai dari cara manual sampai pemasaran online.
"Setelah itu juga dibentuk kelompok usaha bersama yang terdiri dari empat orang dan akan mendapat dana fasilitasi pembelajaran kelompok tani sebesar Rp4,4 juta dipotong pajak per kelompok," ujar Ketua Kelompok Wanita Tani Anggrek Asri, Dusun Menggermalang, Desa Gerbosari, Kecamatan Samigaluh tersebut.
Prita berharap ke depan banyak anak-anak muda yang mulai gemar bertani. Tidak hanya petani seperti saat ini, tapi petani modern yang mampu memanfaatkan perkembangan teknologi. Dia meyakini lewat bertani, seorang dapat meraih kesuksesan.
"Dan saya sudah merasakannya, walau cuma menanam di lahan sempit pun bisa panen untuk konsumsi sendiri sehingga tidak perlu beli ke pasar, uang yang digunakan untuk beli sayur bisa kita alokasikan untuk kebutuhan yang lain, kalau kita menanamnya banyak pasti hasilnya bisa untuk mencukupi kebutuhan," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Long weekend 14–17 Mei 2026 di Jogja dipenuhi agenda wisata, budaya, dan event menarik. Simak rekomendasi lengkapnya di sini.
Pemkab Bantul turunkan tarif pantai barat jadi Rp5.000 per destinasi mulai Juli 2026. Skema baru dinilai lebih adil bagi wisatawan.
Nadiem Makarim dituntut 18 tahun penjara dalam kasus korupsi Chromebook Rp2,18 triliun. Jaksa juga minta denda dan uang pengganti.
KID DIY fokus pada penguatan informasi kebencanaan hingga tingkat kelurahan. Sistem terpadu disiapkan untuk cegah simpang siur saat darurat.
Wagub DIY Paku Alam X pastikan seluruh rekomendasi DPRD ditindaklanjuti. Evaluasi pembangunan fokus pada pemerataan ekonomi dan tata kelola.