120 Personel Polres Bantul Disiagakan Hadapi Ancaman Karhutla
Polres Bantul menyiagakan 120 personel untuk mengantisipasi Karhutla di tengah ancaman kemarau lebih kering akibat El Nino.
Ketua DPD TMI Bantul Titis Ajeng Ganis Maretin usai dilantik dan memberikan sambutan. Kiki Luqman
Harianjogja.com, BANTUL—DPD Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Bantul resmi memulai kiprah organisasinya di Joglo Prawirosudarman, Banguntapan, Selasa (3/2) malam, dengan pengurus baru yang siap mendorong kemajuan sektor pertanian, perikanan, dan peternakan di wilayah itu.
Pelantikan Titis Ajeng Ganis Mareti sebagai Ketua DPD Tani Merdeka Bantul menjadi momentum strategis untuk memperkuat hubungan antara petani lokal dan pemerintah pusat. Kehadiran Tani Merdeka diharapkan mampu menghimpun aspirasi dan kebutuhan petani agar tersampaikan dengan tepat melalui jalur kebijakan nasional.
“Alhamdulillah, hari ini kami dilantik sebagai pengurus Tani Merdeka, dan saya diberi amanah menjadi ketua DPD Bantul. Organisasi ini menjadi jembatan antara petani dan pemerintah pusat,” kata Titis, Selasa.
Titis menegaskan, Tani Merdeka berperan sebagai penghubung aspirasi petani yang strategis, sehingga persoalan dan kebutuhan sektor pertanian dapat dikompilasi untuk mendapat perhatian dan solusi kebijakan dari pemerintah. Selain itu, keberadaan organisasi ini selaras dengan program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo.
“Dengan adanya Tani Merdeka, kita bisa mendorong kemajuan pertanian, perikanan, dan peternakan di Bantul secara lebih terpadu dan efektif,” lanjutnya.
Dalam kepengurusan DPD Tani Merdeka, Titis menekankan pentingnya kolaborasi lintas unsur, termasuk penyuluh pertanian, kelompok tani, gabungan kelompok tani (gapoktan), hingga pemerintah kalurahan. Ia berharap pengurus yang dilantik dapat bergerak merata di seluruh Bantul, sehingga pengembangan sektor pertanian dapat berjalan optimal.
“Saya mengajak seluruh pengurus untuk bekerja bersama dan berkolaborasi agar pertanian di Bantul semakin maju,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPW TMI DIY, Oscar TY Semendawai, menyoroti pelantikan ini sebagai titik awal penguatan organisasi hingga ke tingkat desa. Ia menargetkan Tani Merdeka bisa berkembang hingga tingkat kecamatan dan desa, dengan fokus membuat petani tersenyum melalui program-program yang nyata.
“Setelah pelantikan, pengurus langsung bergerak menjalankan program kerja organisasi. Besok pagi pun program sudah bisa dilaksanakan,” kata Oscar.
Oscar menambahkan, Tani Merdeka juga berkomitmen mendukung program ketahanan pangan nasional, termasuk peningkatan produksi beras. Di DIY, salah satu fokus penguatan sektor pertanian adalah optimalisasi sistem pengairan untuk meningkatkan produktivitas lahan.
“Program swasembada pangan menjadi perhatian utama. Di Jogja, pengairan dimaksimalkan agar target peningkatan produksi beras dapat tercapai,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Bantul menyiagakan 120 personel untuk mengantisipasi Karhutla di tengah ancaman kemarau lebih kering akibat El Nino.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.
DPRD Bantul mengkaji usulan perubahan Perbup BUMKalma setelah pengelola menyoroti kebutuhan operasional dan penguatan kelembagaan.
Perpres ojol masih difinalisasi Komdigi. Pemerintah menguji formula bagi hasil yang adil bagi pengemudi dan menjaga bisnis platform ride-hailing.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan kasus sabu 98 kg, di salon Mangga Besar. BNN juga menyita uang dan aset Rp39,95 miliar.
Tujuh tentara AS dilaporkan tewas dalam bentrokan di USS Abraham Lincoln. Insiden disebut dipicu stres akibat perang berkepanjangan.