Maggot Masayu di Bantul Ubah Sisa Dapur Jadi Kas Warga
Warga Kembangputihan, Bantul, mengolah sisa dapur menjadi pakan maggot. Hasil penjualan maggot dimasukkan ke kas untuk kegiatan warga.
Ketua DPD TMI Bantul Titis Ajeng Ganis Maretin usai dilantik dan memberikan sambutan. Kiki Luqman
Harianjogja.com, BANTUL—DPD Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Bantul resmi memulai kiprah organisasinya di Joglo Prawirosudarman, Banguntapan, Selasa (3/2) malam, dengan pengurus baru yang siap mendorong kemajuan sektor pertanian, perikanan, dan peternakan di wilayah itu.
Pelantikan Titis Ajeng Ganis Mareti sebagai Ketua DPD Tani Merdeka Bantul menjadi momentum strategis untuk memperkuat hubungan antara petani lokal dan pemerintah pusat. Kehadiran Tani Merdeka diharapkan mampu menghimpun aspirasi dan kebutuhan petani agar tersampaikan dengan tepat melalui jalur kebijakan nasional.
“Alhamdulillah, hari ini kami dilantik sebagai pengurus Tani Merdeka, dan saya diberi amanah menjadi ketua DPD Bantul. Organisasi ini menjadi jembatan antara petani dan pemerintah pusat,” kata Titis, Selasa.
Titis menegaskan, Tani Merdeka berperan sebagai penghubung aspirasi petani yang strategis, sehingga persoalan dan kebutuhan sektor pertanian dapat dikompilasi untuk mendapat perhatian dan solusi kebijakan dari pemerintah. Selain itu, keberadaan organisasi ini selaras dengan program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo.
“Dengan adanya Tani Merdeka, kita bisa mendorong kemajuan pertanian, perikanan, dan peternakan di Bantul secara lebih terpadu dan efektif,” lanjutnya.
Dalam kepengurusan DPD Tani Merdeka, Titis menekankan pentingnya kolaborasi lintas unsur, termasuk penyuluh pertanian, kelompok tani, gabungan kelompok tani (gapoktan), hingga pemerintah kalurahan. Ia berharap pengurus yang dilantik dapat bergerak merata di seluruh Bantul, sehingga pengembangan sektor pertanian dapat berjalan optimal.
“Saya mengajak seluruh pengurus untuk bekerja bersama dan berkolaborasi agar pertanian di Bantul semakin maju,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPW TMI DIY, Oscar TY Semendawai, menyoroti pelantikan ini sebagai titik awal penguatan organisasi hingga ke tingkat desa. Ia menargetkan Tani Merdeka bisa berkembang hingga tingkat kecamatan dan desa, dengan fokus membuat petani tersenyum melalui program-program yang nyata.
“Setelah pelantikan, pengurus langsung bergerak menjalankan program kerja organisasi. Besok pagi pun program sudah bisa dilaksanakan,” kata Oscar.
Oscar menambahkan, Tani Merdeka juga berkomitmen mendukung program ketahanan pangan nasional, termasuk peningkatan produksi beras. Di DIY, salah satu fokus penguatan sektor pertanian adalah optimalisasi sistem pengairan untuk meningkatkan produktivitas lahan.
“Program swasembada pangan menjadi perhatian utama. Di Jogja, pengairan dimaksimalkan agar target peningkatan produksi beras dapat tercapai,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Kembangputihan, Bantul, mengolah sisa dapur menjadi pakan maggot. Hasil penjualan maggot dimasukkan ke kas untuk kegiatan warga.
Tim Pokemon Unite Indonesia meraih medali perak Asian Games setelah melampaui target awal perunggu dan menembus partai final.
Banjir kembali merendam 13 desa di tujuh kecamatan Aceh Tenggara. Sebanyak 52 KK atau 203 jiwa terdampak.
Borobudur 100 digelar 19-20 Desember 2026 dengan target 1.000 peserta sekaligus menggalang donasi untuk anak cerebral palsy.
RUU APBN 2027 mengatur kewenangan Menteri Keuangan melakukan audit khusus terkait pengembalian kelebihan pembayaran pajak atau restitusi.
Polresta Malang Kota memeriksa delapan pelajar SMPN 18 yang diduga menjadi korban kekerasan mantan kepala sekolah berinisial MAH.