Makna Podhang Ngisep Sari, Ikon Gunungkidul yang Berkibar saat HUT RI
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Bupati Gunungkidul Badingah (kanan) saat panen raya jagung di Desa Getas, Kecamatan Playen, Senin (18/2/2019)./harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wayhudi, meminta kepada petani untuk terus berinovasi terkait dengan pemasaran hasil pertanian yang dimiliki. Hal ini dilakukan agar mereka tak bergantung pada tengkulak sehingga produk bisa dipasarkan secara mandiri.
Upaya inovasi salah satunya dilakukan oleh petani buah di Desa Pampang, Kecamatan Paliyan. Dalam memasarkan buah semangka, petani mengajak pembeli untuk memetik dan memilih buah semangka langsung di kebun. Inovasi ini mendapat respons baik dari masyarakat. “Kalau seperti ini memperpendek rantai dalam jual beli karena warga bisa membeli langsung dari petani,” kata Immawan, Jumat (20/9/2019).
Dengan menjual secara langsung ke pembeli maka keuntungan yang diperoleh petani lebih besar. Namun yang lebih penting, petani tidak lagi bergantung pada tengkulak. “Saran saya jangan menetapkan harga seenaknya. Mengambil untung boleh, tapi harus dalam batas kewajaran,” tuturnya.
Menurut Immawan, sektor pertanian di Gunungkidul memiliki potensi yang besar. Untuk itu, potensi ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan. “Apa yang dikembangkan di Pampang bisa dicontoh dan desa lain bisa mengembangkan inovasi lainnya,” katanya.
Tokoh masyarakat Desa Pampang, Rahmat Asnawi, mengatakan pihaknya tergerak untuk mengembangkan wisata petik buah semangka karena ingin memberikan nuansa berbeda kepada pembeli. Biasanya saat membeli warga hanya memilih dan langsung menimbangnya. Namun di kebun, warga bisa melihat dan memilih buah semangka yang masih hidup. “Jadi lebih segar karena pembeli memetiknya sendiri,” kata Rahmat.
Kebun buah semangka yang dikembangkan di Pampang seluas 10 hektare. Dalam sekali panen, satu hektare bisa menghasilkan tujuh ton semangka. “Untuk semangka ada yang biasa, tanpa biji hingga jenis inul. Adapun harga bervariasi mulai Rp3.500 hingga Rp6.500 per kilogram disesuaikan dengan jenis semangka,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Harga BBM Pertamina hari ini, Rabu 19 Agustus 2026. Simak harga Pertamax, Pertalite, Pertamax Turbo, Dexlite hingga Pertamina Dex.
Marwan/Aisyah menghadapi wakil Denmark di babak 32 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026. Mereka memilih bermain tanpa beban.
Rodri resmi pindah ke Barcelona setelah tujuh tahun bersama Man City. Meski pergi, dia memastikan hatinya tetap untuk The Citizens.
BMKG memprakirakan Jogja berawan tebal hari ini, Rabu 19 Agustus 2026. Sejumlah wilayah Indonesia berpotensi hujan sedang hingga lebat
Sidang praperadilan eks Jampidsus Febrie Adriansyah mempersoalkan penetapan tersangka, penggeledahan, penyitaan hingga sprindik