Petani Harus Lebih Kreatif dalam Pemasaran Hasil Panen

Bupati Gunungkidul Badingah (kanan) saat panen raya jagung di Desa Getas, Kecamatan Playen, Senin (18/2/2019). - harian Jogja/David Kurniawan
20 September 2019 22:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wayhudi, meminta kepada petani untuk terus berinovasi terkait dengan pemasaran hasil pertanian yang dimiliki. Hal ini dilakukan agar mereka tak bergantung pada tengkulak sehingga produk bisa dipasarkan secara mandiri.

Upaya inovasi salah satunya dilakukan oleh petani buah di Desa Pampang, Kecamatan Paliyan. Dalam memasarkan buah semangka, petani mengajak pembeli untuk memetik dan memilih buah semangka langsung di kebun. Inovasi ini mendapat respons baik dari masyarakat. “Kalau seperti ini memperpendek rantai dalam jual beli karena warga bisa membeli langsung dari petani,” kata Immawan, Jumat (20/9/2019).

Dengan menjual secara langsung ke pembeli maka keuntungan yang diperoleh petani lebih besar. Namun yang lebih penting, petani tidak lagi bergantung pada tengkulak. “Saran saya jangan menetapkan harga seenaknya. Mengambil untung boleh, tapi harus dalam batas kewajaran,” tuturnya.

Menurut Immawan, sektor pertanian di Gunungkidul memiliki potensi yang besar. Untuk itu, potensi ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan. “Apa yang dikembangkan di Pampang bisa dicontoh dan desa lain bisa mengembangkan inovasi lainnya,” katanya.

Tokoh masyarakat Desa Pampang, Rahmat Asnawi, mengatakan pihaknya tergerak untuk mengembangkan wisata petik buah semangka karena ingin memberikan nuansa berbeda kepada pembeli. Biasanya saat membeli warga hanya memilih dan langsung menimbangnya. Namun di kebun, warga bisa melihat dan memilih buah semangka yang masih hidup. “Jadi lebih segar karena pembeli memetiknya sendiri,” kata Rahmat.

Kebun buah semangka yang dikembangkan di Pampang seluas 10 hektare. Dalam sekali panen, satu hektare bisa menghasilkan tujuh ton semangka. “Untuk semangka ada yang biasa, tanpa biji hingga jenis inul. Adapun harga bervariasi mulai Rp3.500 hingga Rp6.500 per kilogram disesuaikan dengan jenis semangka,” katanya.