Lonjakan Pemudik Lebaran Terlihat di Bandara YIA
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Salah satu atraksi tari kontemporer yang tampil di panggung Merapi Night Festival di Kaliurang, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman, Sabtu (19/10/2019)./Harian Jogja-Hafit Yudi Suprobo
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pariwisata (Dispar) DIY menggelar Merapi Night Festival di Kaliurang, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman, Sabtu (19/10/2019) malam. Kegiatan itu menampilkan berbagai macam genre musik dan juga atraksi tari kontemporer.
Kepala Bidang Pengembangan Kapasitas Dispar DIY Wardoyo, mengatakan event tersebut merupakan kegiatan rutin yang digelar setiap tahun. "Ini merupakan tahun ketiga, diadakan di Merapi karena bagaimanapun Merapi adalah ikon pariwisata DIY, khususnya Sleman. Tentunya ini juga merupakan upaya dalam membantu menambah daya tarik wisata," ujar Wardoyo kepada Harianjogja.com, Sabtu.
Membangun atraksi wisata di objek yang ikonik seperti lereng Merapi, menurut dia penting dilakukan. Terlebih, kawasan Merapi sudah cukup populer di kancah internasional. "Di samping itu, daya tarik Merapi sudah sangat luar biasa. Event ini tentunya akan menambah daya kunjung wisatawan yang ada di Kabupaten Sleman," ucap dia.
Dia mengaku potensi wisata yang ada di kabupaten Sleman cukup beragam. Oleh karena itu, Pariwisata dan kebudayaan tidak bisa dipisahkan.
Begitu pula dengan Merapi Night Festival yang diakui dia tiap tahun selalu berinovasi. Tahun pertama digelarnya event di kaki Gunung Merapi tersebut mengambil tema jaz. Di tahun kedua ada kolaborasi antara jaz dan reggae, sedangkan di tahun ketiga lebih beragam lagi, ada jaz, reggae, ska, dan musik pop melayu.
Dia mengatakan Merapi Night Festival memang ditargetkan untuk menyasar kaum milenial. Kaum milenial menurut dia mampu turut membantu promosi objek wisata dengan signifikan melalui unggahan di akun media sosial mereka.
Disinggung soal pelaksanaan acaranya di malam hari, dia mengaku kawasan Kaliurang memiliki nilai plus saat malam hari. Eksotisnya lereng Merapi di malam hari akan terlihat kian memukau jika dipadukan dengan tata lampu dan panggung. "Kemudian view-nya juga betul-betul indah di Merapi yang eksotis ini, intinya mendongkrak kunjungan wisatawan ke wilayah lereng Merapi," ujarnya.
Eka Yanti, salah satu pengunjung asal Kecamatan Kalasan, Sleman, mengaku tertarik datang ke acara Merapi Night Festival 2019 lantaran ingin menonton idolanya, Denny Caknan yang jadi bintang tamu dalam acara tersebut. “Seharusnya event itu bisa digelar rutin setiap tahun. Lagipula, acara ini juga bisa ikut memajukan musik daerah,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Wali Kota Solo Respati Ardi mengevaluasi petugas keamanan Stadion Manahan setelah kasus hilangnya sepeda Polygon viral di media sosial.
Polres Jayawijaya mencatat 24 korban tenggelam akibat jembatan gantung Wouma putus di Wamena berhasil dievakuasi tim gabungan.
Polresta Sleman buka suara soal curhatan Shinta Komala yang mengaku jadi korban kriminalisasi terkait dugaan penggelapan iPhone.
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta menunda keberangkatan 89 calon haji nonprosedural yang memakai visa kerja hingga iqama.
Veda Ega Pratama tetap berada di posisi lima besar klasemen Moto3 2026 usai finis kedelapan pada seri Catalunya di Spanyol.