Arca Dewa Kekayaan di Pantai Baron Segera Jadi Cagar Budaya Baru
Arca diduga Kuwera atau Jambhala di Gua Songobranti, Pantai Baron, segera ditetapkan sebagai cagar budaya baru di Gunungkidul.
Ilustrasi Pilkada
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—DPD Partai Nasdem Gunungkidul tak main-main dalam rangka menyambut gelaran Pilkada 2020. Guna merebut kursi kepala daerah, partai ini sudah menyiapkan delapan lembaga survei berskala nasional untuk membantu dalam pemenangan.
Ketua DPD Nasdem Gunungkidul, Suparjo, mengatakan partainya serius untuk memenangkan Pilkada 2020. Oleh karena itu, di dalam proses penjaringan tidak hanya sebatas membuka pendaftaran, tapi juga menggelar kajian secara ilmiah.
Menurut dia, kajian ini dibutuhkan untuk menemukan pasangan calon bupati dan wakil bupati yang benar-benar dikehendaki masyarakat. “Kami menggelar survei ke masyarakat, sehingga dengan turun langsung maka diketahui sosok pemimpin yang diinginkan rakyat seperti apa,” kata Suparjo kepada wartawan, Senin (21/10/2019).
Ia mengungkapkan di dalam proses penjaringan bakal calon Nasdem telah menerjunkan dua lembaga survei independen untuk mencari calon pemimpin yang sesuai dengan keinginan masyarakat. “Sudah mulai bekerja dan hasil survei juga menjadi acuan dalam proses seleksi bakal calon yang akan diajukan,” tuturnya.
Pria yang juga tercatat sebagai anggota DPRD DIY ini menyatakan pelaksanaan survei tidak hanya pada saat penjaringan. Saat calon ditetapkan, untuk pemenangan juga masih membutuhkan konsultasi dari lembaga yang berkompeten. “Kami tidak main-main karena sudah ada delapan lembaga survei berskala nasional yang akan digunakan untuk pemenangan,” katanya.
Rencananya, delapan lembaga survei ini akan membantu selama pilkada berlangsung. Diharapkan dengan kajian yang dilakukan dapat membantu dalam upaya meraih kursi kepala daerah di Gunungkidul. “Masing-masing lembaga menggelar survei sebanyak empat kali sehingga kalau ditotal ada 32 kali survei. Hasil dari penelitian lapangan ini akan dijadikan dasar untuk menerapkan strategi dalam upaya pemenangan,” katanya.
Sekretaris DPD Nasdem Gunungkidul, Agus Sujadmo, mengatakan untuk saat ini partainya masih menjaring bakal calon kepala daerah. Rencananya, pendaftaran dibuka hingga 23 November mendatang. “Masih dibuka dan ada 12 tokoh yang telah mengambil formulir,” katanya.
Menurut Agus, di dalam proses pendaftaran jajarannya tidak hanya menunggu calon pelamar datang. Tim juga berkesempatan mendatangi tokoh-tokoh yang berpotensial maju dalam pilkada. Sebagai contoh pada Sabtu (19/10), tim berkesempatan mengunjungi sejumlah tokoh seperti mantan Ketua DPRD Gunungkidul Budi Oetama Prasetyo, Kepala Disdikpora Gunungkidul Bahron Rasyid dan mantan caleg DPRD DIY, Bambang Krisnadi. “Kedatangan kami sebagai upaya penjaringan, memberikan kesempatan tokoh-tokoh terkait dalam pendaftaran bakal calon kepala daerah melalui Partai Nasdem,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Arca diduga Kuwera atau Jambhala di Gua Songobranti, Pantai Baron, segera ditetapkan sebagai cagar budaya baru di Gunungkidul.
6 penyebab notifikasi WhatsApp telat masuk: koneksi bermasalah, notifikasi mati, data latar belakang, mode Jangan Ganggu, aplikasi usang, dan perlu restart.
Gelombang panas ekstrem di Perancis tewaskan 2.025 orang dalam sepekan. Suhu 40°C, rumah sakit penuh, kamar mayat kewalahan. Krisis iklim semakin nyata.
Brasil tersingkir di 16 besar Piala Dunia 2026 usai kalah 1-2 dari Norwegia. Ancelotti sebut ini awal siklus baru, bukan akhir
Tiga pemain Norwegia di Piala Dunia 2026 ternyata merupakan putra anggota skuad Norwegia pada Piala Dunia 1994. Kisah lintas generasi menarik perhatian dunia.
KPK mengungkap Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni telah melaporkan penolakan gratifikasi usai OTT Kuansing. Laporan kini sedang diverifikasi.