Advertisement
Survei Pustral UGM: Kepuasan Angkutan Nataru Capai 87,43
Survei Pustral UGM menunjukkan kepuasan layanan angkutan Nataru 2025-2026 mencapai 87,43 atau sangat puas. - Istimewa.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Pusat Studi Transortasi dan Logistik (Pustral) UGM merilis tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) berada di angka 87,43 atau sangat puas. Meski demikian Pustral memberikan sejumlah rekomendasi sebagai upaya perbaikan dan peningkatan layanan di tahun berikutnya.
Survei yang dilakukan tim peneliti Pustral ini dilakukan pada 24 Desember hingga 30 Desember 2025 dengan menyasar 9.999 responden dari 26 wilayah terpilih tepatnya pada 188 titik simpul layanan angkutan umum seperti rest area, terminal, pelabuhan, stasiun dan bandara.
Advertisement
Secara detail responden kelompok moda transportasi terdiri atas kendaraan pribadi 3.415 responden, bus 2.259 responden, keret api 1.038 responden, kapal laut 1.090 responden, ASDP sebanyak 801 responden dan angkutan udara 1.396 responden.
"Hasilnya proporsi responden memberikan penilain positif 90,9 persen terdiri atas 43,9 persen puas dan 47,0 persen sangat puas dengan indeks kepuasan masyarakat mencapai 87,43 atau kategori sangat puas," kata Koordinator Tim Survei Nataru Pustral UGM Profesor Muhammad Zudhy Irawan, Selasa (6/1/2026).
BACA JUGA
Angkutan umum kereta api mencatatkan indeks kepuasan tertinggi di angka 93,38; kemudian disusul ASDP 93,31; angkutan udara di angka 88,98; angkutan laut 88,09; bus di angka 85,32; dan kendaraan pribadi di angka 84,76.
Pustral juga menemukan adanya fakta bahwa biasa transportasi yang dikeluarkan masyarakat untuk melakukan perjalanan pulang dan pergi dengan rata-rata 18,36% dari pendapatan mereka. "Sedangkan persentase biaya non transportasi seperti untuk kebutuhan lain-lain selama perjalanan ini rata-rata di angka 8,77 persen dari pendapatan untuk sekali perjalanan," katanya.
Dampak Ekonomi
Zudhy menambahkan dampak ekonomi perjalanan Nataru 2025-2026 kali secara umum terjadi perputaran sekitar Rp40,29 triliun. Terdiri atas Rp19,97 triliun nilai ekonomi di lua transportasi dan Rp20,31 triliun nilai ekonomi transportasi.
Jenis moda kendaraan pribadi mencatatkan dampak ekonomi paling tinggi di angka Rp28,13 trilun, kemudian angkutan udara Rp5,3 triliun, angkutan umum darat Rp2,9 triliun, kereta api Rp2,1 trilun dan angkutan laut di angka Rp1,6 triliun. "Jadi dampak ekonomi lumayan tinggi," ujarnya.
Pustral merekomendasikan adanya peningkatan kualitas armada dan terminal serta rekayasa lalu lintas lebih adaptif dan perlunya memperkuat posko Nataru, rest area dan mudik gratis agar bisa terintegrasi. Di moda kereta api, ia menyarankan penyesuaian diskon dan kapasitas dengan pola permintaan serta menambah perjalanan pada waktu-waktu puncak dengan berbasis data dan memperkuat integrasi layanan first-last mile.
"Kalau untuk angkutan udara, evaluasi harga tiket, penanganan delay, memaksimalkan ekstra flight. Dan angkutan luat program diskon dan tiket gratis agar tepat sasaran, peningkatan keselamatan dan kenyamanan pelabuhan, ketepatwan waktu dan perbaikan fasilitas kapal," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement





