Advertisement
Manunggal Raharja Jadi Rumah Besar Data Kemiskinan di DIY
Suasana permukiman dengan latar belakang gedung bertingkat di Muara Angke, Jakarta Utara, Senin (4/7/2022). Pemerintah menargetkan angka kemiskinan ekstrem turun di akhir 2023. Antara - Wahyu Putro A
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA — Pemerintah Daerah (Pemda) DIY tengah menyiapkan sistem manajemen data terpadu untuk menangani kemiskinan di wilayahnya. Sistem ini dikemas melalui website Manunggal Raharja (MR) yang mengintegrasikan data kemiskinan dari level kabupaten/kota dengan data Pemda DIY.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) DIY, Danang Setiadi, menekankan pentingnya integrasi data tersebut agar menjadi rujukan bersama dalam intervensi penanganan kemiskinan.
Advertisement
“Harapannya, ketika data sudah terintegrasi, basis datanya sama antara kabupaten/kota dengan Pemda DIY. Jadi, kita bisa sama-sama memastikan rumah tangga miskin yang menjadi sasaran intervensi, siapa mendapat bantuan apa, semuanya jelas,” ujar Danang, Sabtu (21/2/2026).
Website Manunggal Raharja diharapkan menjadi “rumah besar” bagi data kemiskinan di DIY. Dengan integrasi ini, profil dan kondisi warga miskin dapat terlihat lebih jelas sehingga intervensi yang dilakukan menjadi lebih tepat sasaran.
Namun, Danang menyebut masih ada tantangan karena data antar daerah berbeda-beda. Beberapa kabupaten/kota telah menyesuaikan data dengan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dari pemerintah pusat, sementara sebagian lain belum.
“Target kita tahun ini adalah menyelesaikan integrasi seluruh data, sehingga perencanaan ke depan menggunakan data yang sama. RPJMD 2026 menargetkan angka kemiskinan di 9,16 persen. Sebelumnya, per September 2025, angka kemiskinan DIY mencapai 10,08 persen,” jelasnya.
Mekanisme integrasi data dilakukan dengan memanfaatkan DTSEN bagi kabupaten/kota yang sudah memilikinya. Untuk daerah yang belum, data lokal dengan populasi penuh dan terkini digunakan. Konsolidasi dilakukan secara periodik—tahunan, semesteran, atau triwulan—dengan fokus pada database, variabel, serta data intervensi.
Meski integrasi dilakukan, setiap kabupaten/kota tetap diperbolehkan mempertahankan sistem manajemen data masing-masing. Yang terpenting, seluruh data dapat terhubung dan tersinergi secara nasional di platform Manunggal Raharja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Iran Izinkan Kapal Negara Sahabat Lewati Selat Hormuz di Tengah Blokad
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- UMKM Jadi Mesin Perputaran Uang Saat Libur Lebaran di Sleman
- Mobil Dinas Baru di Pemkab Gunungkidul Batal, Jalan Rusak Jadi Fokus
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
- Duel Remaja di Pakualaman Jogja Terbongkar, Dua Pelajar Luka Parah
- Puluhan Telur Piton Ditemukan di Selokan Permukiman Warga Gunungkidul
Advertisement
Advertisement






