Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Tumenggung, salah satu band metal asal Jogja saat tampil di Musik Malam TBY, Selasa (22/10/2019)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak empat grup band metal mengguncang pelataran Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Selasa (22/10/2019) malam. Tak heran, gelaran Musik Malam TBY kali ini mengusung tema Dallabnikcufecin (Nice Fuckin Ballad) yang menghadirkan band-band bergenre metal.
Pertunjukan dimulai sekitar pukul 20.00 WIB, dengan penampilan pembuka oleh Treatment, band bergenre death metal asal Jogja yang terbentuk sejak 2010 silam. Di atas Panggung Terbuka TBY, Treatment tampil dengan formasi tiga orang, yakni Aprek (vokal dan gitar), Mayun (drum), dan Burhan (bas).
Sebagai band pembuka, Treatment sukses memanaskan suasana dengan riff gitar menyayat khas death metal yang juga berunuansa black metal. Sementara tangannya asyik meraungkan distorsi, si vokalis dengan rapi melontarkan lirik dengan teknik growl.
Aprek, vokalis Treatment menjelaskan sebelum Treatment terbentuk, grupnya masih bernama Rusuh yang mengusung genre punk “Rusuh terbentuk dari lingkar pertemanan sekolah, di mana para personelnya saat itu merupakan siswa SMA Muhammadiah 7 Jogja,” kata dia.
Ia mengakui ada sedikit nuansa black metal dalam lagu-lagu yang ia bawakan. Black metal, kata dia, dicirikan dengan riff suram dengan tempo vokal lebih lambat ketimbang death metal.
Penampilan kedua, panggung terbuka TBY kembali digebrak band yang tak kalah cadas, Kramotak. Grup band ini membawakan beberapa lagu yang bernuansa oldschool death metal dan trash metal. Setelah itu giliran Detritivor dengan pure death metal yang memanjakan metalheads (sebutan bagi para penggemar musik metal).
Pertunjukan ditutup dengan penampilan Tumenggung. Berbeda dengan band-band sebelumnya yang semua vokalisnya bernyanyi dengan menggunakan teknik growl, Tumenggung mengajak metalheads bernostalgia dengan teriakan melengking dan melodi-melodi panjang khas speed metal dan heavy metal.
Kepala TBY, Dyah Tutuko, mengatakan Musik Malam TBY merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada pelaku musik di Jogja. Lewat event tersebut para musikus diberikan ruang sebagai wadah untuk berekspresi. “Dengan harapan dapat terus memacu musisi Jogja untuk berkarya,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Jadwal KA Bandara YIA Minggu 20 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap.
Cukup Rp8.000, Ini Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo Hari Ini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 20 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal tiap stasiun hingga Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 20 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta 2026 diikuti 1.294 atlet. Satoru Mochizuki melihat peluang lahirnya bibit timnas dari turnamen usia dini.