Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Tumenggung, salah satu band metal asal Jogja saat tampil di Musik Malam TBY, Selasa (22/10/2019)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak empat grup band metal mengguncang pelataran Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Selasa (22/10/2019) malam. Tak heran, gelaran Musik Malam TBY kali ini mengusung tema Dallabnikcufecin (Nice Fuckin Ballad) yang menghadirkan band-band bergenre metal.
Pertunjukan dimulai sekitar pukul 20.00 WIB, dengan penampilan pembuka oleh Treatment, band bergenre death metal asal Jogja yang terbentuk sejak 2010 silam. Di atas Panggung Terbuka TBY, Treatment tampil dengan formasi tiga orang, yakni Aprek (vokal dan gitar), Mayun (drum), dan Burhan (bas).
Sebagai band pembuka, Treatment sukses memanaskan suasana dengan riff gitar menyayat khas death metal yang juga berunuansa black metal. Sementara tangannya asyik meraungkan distorsi, si vokalis dengan rapi melontarkan lirik dengan teknik growl.
Aprek, vokalis Treatment menjelaskan sebelum Treatment terbentuk, grupnya masih bernama Rusuh yang mengusung genre punk “Rusuh terbentuk dari lingkar pertemanan sekolah, di mana para personelnya saat itu merupakan siswa SMA Muhammadiah 7 Jogja,” kata dia.
Ia mengakui ada sedikit nuansa black metal dalam lagu-lagu yang ia bawakan. Black metal, kata dia, dicirikan dengan riff suram dengan tempo vokal lebih lambat ketimbang death metal.
Penampilan kedua, panggung terbuka TBY kembali digebrak band yang tak kalah cadas, Kramotak. Grup band ini membawakan beberapa lagu yang bernuansa oldschool death metal dan trash metal. Setelah itu giliran Detritivor dengan pure death metal yang memanjakan metalheads (sebutan bagi para penggemar musik metal).
Pertunjukan ditutup dengan penampilan Tumenggung. Berbeda dengan band-band sebelumnya yang semua vokalisnya bernyanyi dengan menggunakan teknik growl, Tumenggung mengajak metalheads bernostalgia dengan teriakan melengking dan melodi-melodi panjang khas speed metal dan heavy metal.
Kepala TBY, Dyah Tutuko, mengatakan Musik Malam TBY merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada pelaku musik di Jogja. Lewat event tersebut para musikus diberikan ruang sebagai wadah untuk berekspresi. “Dengan harapan dapat terus memacu musisi Jogja untuk berkarya,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
SPMB Sleman 2026 dibuka dengan jalur prestasi, domisili, afirmasi, dan mutasi. Ini syarat dan ketentuan lengkapnya.
Jadwal SIM Keliling Jogja Mei 2026 lengkap di Alun-Alun Kidul, Sasono Hinggil, dan MPP. Cek lokasi, jam, dan syarat perpanjangan SIM A dan C terbaru.
DPRD DIY ungkap irigasi rusak, petani kesulitan air, hingga alih fungsi lahan yang ancam ketahanan pangan.
Guru honorer Kulonprogo terancam imbas SE Mendikdasmen 2026. Disdikpora siapkan penataan menuju status ASN.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri24 turun pada 16 Mei 2026. Simak daftar harga lengkap terbaru di Pegadaian dan Logam Mulia.