Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Pengendara motor melintasi proyek SAH Supomo di Jalan Babaran, Kota Jogja, Jumat (1/11/2019)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Jogja sudah diguyur hujan deras pada kamis (31/10/2019) malam. Kekhawatiran warga di sekitar Jalan Babaran, Umbulharjo, kian meningkat, pasalnya proyek perbaikan saluran air hujan (SAH) yang telah dua bulan mangkrak belum juga dibenahi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja.
Proyek senilai Rp8,3 miliar ini terhenti setelah kontraktor tersandung kasus suap dalam OTT KPK pada pertengahan Agustus lalu. Berhentinya pengerjaan meninggalkan lubang-lubang menganga di sepanjang jalan Babaran.
Ketua RT 38 Kelurahan Pandean, Umbulharjo, Jaka Prakosa, mengatakan hujan mengakibatkan lubang-lubang itu terisi air, Jika hujannya deras dalam waktu yang lama, tidak menutup kemungkinan air dalam lubang akan setara dengan jalan dan lubang pun tidak terlihat.
“Di sisi timur salurannya tertutup, karena kemaren lubangnya pas di depan rumah warga. Karena harus untuk aktivitas, lubangnya ditimbun dan dipasak. Penimbunan itu membuat saluran tertutup jadi air tidak bisa mengalir ke timur,” katanya Jumat (1/11/2019).
Hujan juga menguarkan bau dari lubang proyek yang menyengat, karena mendapat aliran air kotor dari saluran di atasnya. “Kalau bau ya jelas bau, sudah dari dulu, tapi warga di sini hidungnya sudah kebal,” ungkapnya.
Ia juga mengkhawatirkan timbulnya penyakit. Meluapnya air kotor dari lubang proyek itu, kata dia, sangat mungkin membawa benih penyakit, apalagi jika sampai meluap. Lokasi proyek yang berada di permukiman padat semakin memperbesar potensi ini.
Ia telah dua kali mengirimkan surat ke Pemkot Jogja menuntut kejelasan proyek itu. Namun kata dia, sejauh ini petugas hanya meninjau lokasi dan menyirami untuk mengurangi debu. “Sekarang sudah disiram alam,” katanya.
Koordinator Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Jogja, Baharuddin Kamba, mengatakan persoalan ini menjadi akan terus berlarut. Di satu sisi Pemkot Jogja tidak berani untuk melanjutkan proyek karena hati-hati dan menunggu surat dari KPK.
“Sementara di sisi lain warga sekitar butuh adanya kepastian atas kelanjutan proyek SAH itu karena selain mengalami kerugian secara materi khususnya warga punya usaha juga mengingat sekarang sudah masuk musim hujan ditakutkan banjir dan tanah longsor disekitar lokasi proyek SAH,” kata dia.
Sebelumnya, Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti, mengatakan masih menunggu rekomendasi resmi dari KPK untuk menindaklanjuti proyek itu. “Saya juga khawatir kalau hujan banjir, tapi itu kan masih proses hukum, masih jadi barang bukti,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.
Polres Bantul perketat patroli malam untuk tekan klitih dan kejahatan jalanan. Orang tua diminta awasi anak sebelum jam 22.00 WIB.