Lonjakan Pemudik Lebaran Terlihat di Bandara YIA
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Ilustrasi. /Bisnis Indonesia-Nurul Hidayat
Harianjogja.com, SLEMAN—Dalam rangka menindaklanjuti kenaikan tarif iuran Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Pemkab Sleman bakal mengusulkan anggaran sekitar Rp69 miliar. Anggaran yang diusulkan pada APBD Sleman 2020 tersebut digunakan untuk pembiayaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS yang ada di Sleman.
Seperti diketahui, pemerintah resmi menaikkan iuran BPJS Kesehatan. Aturan ini juga berlaku bagi Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari APBD dan APBN.
Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Khusus dan Penjaminan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Agus Triono mengatakan pengusulan penganggaran baru bisa dilakukan pada anggaran belanja tambahan (ABT). Pasalnya hingga masa pembahasan APBD Murni 2020, peraturan presiden (perpres) terkait dengan kenaikan iuran BPJS memang belum ada. "Maka, di pos anggaran [APBD] Murni hanya tertuang Rp37,9 miliar sehingga masih ada kekurangan sekitar Rp31,3 miliar," ucap dia.
Berdasarkan data dari Dinkes Sleman, jumlah kepesertaan BPJS fluktuatif. Data terakhir per Oktober diakui dia mencapai 100.925 peserta. "Kalau target kepesertaan kami maksimal 137.318 jiwa," kata dia.
Agus menjelaskan dari jumlah kepesertaan yang ada saat ini, alokasi anggaran yang diusulkan di APBD Murni 2020, diperkirakan bisa menutupi pembiayaan iuran hingga September. "Selisih jumlah sasaran itu muncul imbas dari penonaktifan peserta PBI APBN. Pada Agustus lalu sekitar 32.000 jiwa dinonaktifkan dari kepesertaan," kata dia.
Untuk bulan ini, imbuh Agus, diperkirakan ada 62.000 peserta kembali dicoret dari daftar PBI. "Kami memperikirakan, tidak semua peserta yang dicoret itu akan dialihkan pembiayaannya melalui APBD [Sleman]. Mungkin sekitar 8.000 yang masih bisa dikover [APBD Sleman]," ucap Agus.
Kepala Bidang Pelayanan Medis Dinkes Sleman Bambang Suharjana menambahkan sejauh ini dinasnya belum berkoordinasi dengan BPJS karena baru mendapat salinan perpres pada akhir Oktober lalu.
Berdasar aturan yang baru diketok palu itu, kenaikan iuran PBI APBD berlaku per 1 Agustus 2019. “Menurut saya itu tak jadi soal karena total selisih pembiayaan BPJS untuk PBI hingga akhir tahun ini masih akan ditutup menggunakan dana APBN," ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Leo/Daniel juara Thailand Open 2026 usai kalahkan pasangan India. Kemenangan ini jadi momentum menuju Olimpiade 2028.
Ratusan warga Seloharjo Bantul menolak mantan dukuh kembali menjabat. Gugatan ke PTUN picu aksi dan pemasangan spanduk protes.
Presiden Prabowo beli sapi Brahman 1,2 ton dari Boyolali untuk kurban Iduladha 2026. Simak daftar sapi pilihan dari berbagai daerah.
Kinerja perbankan nasional tetap kuat di tengah tekanan global. Kredit tumbuh 9,49% dan bank BUMN jadi penopang utama ekonomi.
Ingin merencanakan kehamilan? Simak faktor penting seperti usia, kesehatan, dan gaya hidup yang memengaruhi kesuburan.