Kampanye Pilkades, Calon Kepala Desa Harus Budayakan Adab Kesantunan

Ilustrasi. - JIBI/Nicolous Irawan
01 November 2019 19:47 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Menjelang pelaksanaan kampanye Pilkades Serentak 2019 yang bakal digelar 17-19 November mendatang, Bupati Gunungkidul Badingah mewanti-wanti seluruh calon kepala desa yang akan bertarung untuk santun dalam berkompetisi. Siapapun yang maju harus siap menang dan kalah sehingga kondusifitas lingkungan dapat dijaga.

“Budayakan adab kesantunan. Silakan adu program sebaik-baiknya tanpa ada kecurangan atau upaya menyerang calon lainnya dengan menjelek-jelekkan karena itu tidak akan baik,” kata Badingah saat ditemui wartawan, Jumat (1/11/2019).

Menurut Badingah, para calon memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama penyelenggaraan pilkades. Oleh karena itu, saat kampanye berlangsung mereka harus bisa menjaga pendukung serta lebih mengedepankan visi misi dalam upaya membangun desa yang lebih baik. “Jangan pakai kampanye hitam. Tawarkan program pembangunan kepada calon pemilih sehingga kesantunan tetap terjaga,” katanya.

Badingah berharap penyelenggaraan pilkades tahun ini dapat berjalan dengan lancar, aman dari awal hingga proses penetapan kades terpilih. “Untuk pengamanan kami berkoordinasi dengan aparat kepolisian,” tutur dia.

Salah seorang Calon Kepala Desa Hargmulyo, Kecamatan Gedangsari, Marsinem, mengatakan dirinya berkomitmen untuk menjaga kondusivitas di masyarakat sehingga penyelenggaraan dapat aman, lancar dan sukses. Meski demikian, ia memberikan catatan bahwa sudah ada upaya kampanye hitam dari calon lain dengan menyerang secara personal. “Saya rasakan sendiri bahwa program yang saya usung dianggap memalukan. Saya tidak akan terpancing dan memilih menjawab dengan program-program yang sudah disiapkan,” kata Marsinem.

Menurut dia, timnya fokus kepada pemenangan dengan mengedepankan program dan gagasan untuk membangun Desa Hargomulyo. “Banyak masalah yang harus diselesaikan ketimbang melayani serangan secara personal. Saya lebih baik fokus pada program seperti penyelesaian masalah krisis air hingga upaya memberikan kesejahteraan kepada masyarakat,” katanya.

Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul, Muhammad Farkhan, mengatakan para calon untuk saat ini belum boleh berkampanye karena jadwalnya baru dilaksanakan 17-19 November. Untuk pengawasan diserahkan sepenuhnya ke panitia penyelenggara di masing-masing desa. “Untuk mengumpulkan kader di rumah sendiri masih diperbolehkan, tapi untuk mendatangi warga dengan maksud kampanye belum boleh. Saya harap para calon bisa menaati aturan dalam pilkades,” katanya.