Alasan Siswa Sekolah Rakyat dari Gunungkidul Belajar di Sleman-Bantul
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Ilustrasi. /JIBI-Nicolous Irawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Menjelang pelaksanaan kampanye Pilkades Serentak 2019 yang bakal digelar 17-19 November mendatang, Bupati Gunungkidul Badingah mewanti-wanti seluruh calon kepala desa yang akan bertarung untuk santun dalam berkompetisi. Siapapun yang maju harus siap menang dan kalah sehingga kondusifitas lingkungan dapat dijaga.
“Budayakan adab kesantunan. Silakan adu program sebaik-baiknya tanpa ada kecurangan atau upaya menyerang calon lainnya dengan menjelek-jelekkan karena itu tidak akan baik,” kata Badingah saat ditemui wartawan, Jumat (1/11/2019).
Menurut Badingah, para calon memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama penyelenggaraan pilkades. Oleh karena itu, saat kampanye berlangsung mereka harus bisa menjaga pendukung serta lebih mengedepankan visi misi dalam upaya membangun desa yang lebih baik. “Jangan pakai kampanye hitam. Tawarkan program pembangunan kepada calon pemilih sehingga kesantunan tetap terjaga,” katanya.
Badingah berharap penyelenggaraan pilkades tahun ini dapat berjalan dengan lancar, aman dari awal hingga proses penetapan kades terpilih. “Untuk pengamanan kami berkoordinasi dengan aparat kepolisian,” tutur dia.
Salah seorang Calon Kepala Desa Hargmulyo, Kecamatan Gedangsari, Marsinem, mengatakan dirinya berkomitmen untuk menjaga kondusivitas di masyarakat sehingga penyelenggaraan dapat aman, lancar dan sukses. Meski demikian, ia memberikan catatan bahwa sudah ada upaya kampanye hitam dari calon lain dengan menyerang secara personal. “Saya rasakan sendiri bahwa program yang saya usung dianggap memalukan. Saya tidak akan terpancing dan memilih menjawab dengan program-program yang sudah disiapkan,” kata Marsinem.
Menurut dia, timnya fokus kepada pemenangan dengan mengedepankan program dan gagasan untuk membangun Desa Hargomulyo. “Banyak masalah yang harus diselesaikan ketimbang melayani serangan secara personal. Saya lebih baik fokus pada program seperti penyelesaian masalah krisis air hingga upaya memberikan kesejahteraan kepada masyarakat,” katanya.
Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul, Muhammad Farkhan, mengatakan para calon untuk saat ini belum boleh berkampanye karena jadwalnya baru dilaksanakan 17-19 November. Untuk pengawasan diserahkan sepenuhnya ke panitia penyelenggara di masing-masing desa. “Untuk mengumpulkan kader di rumah sendiri masih diperbolehkan, tapi untuk mendatangi warga dengan maksud kampanye belum boleh. Saya harap para calon bisa menaati aturan dalam pilkades,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
BYD Atto 3 generasi ketiga resmi meluncur dengan RWD, cas 5 menit hingga 70 persen, dan jarak tempuh sampai 630 km.
Pemerintah memastikan pemulangan sembilan WNI relawan Gaza usai dibebaskan dari penahanan Israel dan tiba di Turkiye.
Alex Marquez resmi absen di MotoGP Italia dan Hungaria 2026 usai mengalami cedera patah tulang selangka dan vertebra saat balapan di Catalunya.
Cristiano Ronaldo membawa Al Nassr juara Liga Arab Saudi usai mencetak dua gol saat menang 4-1 atas Damac.
Sultan HB X ingin RTH eks Parkir ABA Jogja jadi taman bunga nyaman, bukan hutan kota. Penataan dimulai dengan anggaran 2026.