Mako Brimob Gunungkidul Mulai Dibangun, Ditarget Rampung Desember
Mako Brimob Polda DIY di pesisir Gunungkidul mulai dibangun. Sebanyak 18 rumah dinas ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026.
Ilustrasi kampanye pemilihan lurah./Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul membuka opsi pengabungan penyelenggaraan pemilihan lurah di 2024 dan 2025 dalam satu kali pemilhan. Wacana ini menyusul penundaan penyelenggaraan pemilihan lurah pada 2024 karena bersamaan dengan tahapan pemilu dan pilkada.
Kepala Bidang Bina Administrasi dan Aparatur Pemerintah Kalurahan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMKP2KB) Gunungkidul, Kriswantoro, mengatakan sesuai dengan Surat Edaran Kementarian Dalam Negeri No:100.3.5.5/244/SJ tertanggal 14 Januari 2023, pemilihan lurah serentak di 30 kalurahan di Gunungkidul tidak bisa dilaksanakan tahun depan.
Sementara, masa jabatan lurah habis di akhir November 2024. Penundaan berlangsung hingga tahapan pilkada selesai sehingga pemilihan lurah baru dilakukan di 2025.
BACA JUGA: Tok! Pilihan Lurah di Gunungkidul pada 2024 Dipastikan Ditunda
Di sisi lain, lanjut Kris, pada 2025 Pemkab Gunungkidul, juga memiliki agenda pemilihan serentak di 56 kalurahan. Dengan demikian, ada kemungkinan menggabungkan pemilihan lurah 2024 dengan 2025
“Jadi kalau digabunkan, pemilihan lurah serentak di 2025 akan diikuti sebanyak 86 kalurahan,” kata Kris, Rabu (29/3/2023).
Kepastian pemilihan serentak di 2025 masih harus menunggu koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) lain di lingkup pemkab serta Pemda DIY. Kris mengatakan masa jabatan 30 lurah yang habis pada November 2024 akan diatasi dengan pengangkatan penjabat lurah.
BACA JUGA: PILUR BANTUL: 10 Petahana Terpilih Lagi Jadi Lurah, Siapa saja?
Anggota DPRD Gunungkidul, Eckwan Mulyana, mendukung penggabungan dua pemilihan lurah dalam satu pelaksanaan. Ada beberapa pertimbangan yang mendasari penggabungan ini.
Selain karena Pemerintah Pusat telah memutuskan menunda pemilihan lurah setelah pilkada, penggabungan pemilihan lurah juga akan menghemat anggaran. “Penundaan pemilihan lurah 2024 pastinya akan terselenggara di 2025. Padahal, di tahun itu [2025] juga ada jadwal pilihan lurah, jadi tidak mungkin dalam setahun ada dua pemilihan sehingga solusi terbaik dengan digabungkan pelaksanaannya,” kata Eckwan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mako Brimob Polda DIY di pesisir Gunungkidul mulai dibangun. Sebanyak 18 rumah dinas ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026.
Ombudsman menemukan dugaan kluster mewah di Lapas Cibinong, lengkap dengan fasilitas khusus. Pihak Ditjenpas masih melakukan pendalaman.
Kementerian PU mendapat anggaran 2027 Rp114,59 triliun. Konektivitas jalan dan jembatan menjadi sektor dengan alokasi terbesar.
Jumlah lansia di Kota Jogja mencapai sekitar 16% pada Juli 2026. DPRD mendorong lansia tetap aktif, sehat, dan rutin bersosialisasi.
Sepekan dikelola KAI Commuter, KA Bandara YIA melayani hingga 8.000 penumpang per hari saat akhir pekan dengan 50 perjalanan.
Volume sampah Sleman mencapai 15.429 ton hingga pertengahan September 2026. DLH mewaspadai risiko kebakaran saat musim kemarau.