Lurah se-DIY Diperkuat, Sultan Minta Dana Desa Bebas Korupsi
Sultan HB X tekankan transparansi dan akuntabilitas dana kalurahan di Jogja. Lurah diminta cegah korupsi dan tingkatkan kesejahteraan.
Ilustrasi pelecehan seksual/JIBI
Harianjogja.com, JOGJA-Pria yang diduga abdi dalem Kraton Jogja melakukan pelecehan seksual kepada mahasiswi di area Alun-Alun Utara Jogja, Minggu (10/11/2019) malam. Pelaku berinisial SW yang malam itu berpakaian peranakan ini langsung diamankan tepat setelah kejadian oleh Forum Komunikasi Alun-Alun Utara (FKAAU).
Sekretaris FKAAU, Kresnadi, menuturkan kejadian ini bermula sekitar pukul 22.00 WIB, saat tiga mahasiswi berinisial SA, E dan MDA yang sedang berjalan-jalan di tengah Alun-Alun, tiba-tiba dihampiri SW. “Mereka terlibat obrolan yang menjurus ke porno,” katanya, Selasa (12/11/2019).
Tidak hanya mengobrol, SW juga merayu dan tiba-tiba memegang tangan SA, yang langsung ditepis oleh SA. Kemudian SW pun melanjutkan aksinya dengan mendekati E. Sementara itu MDA berjalan di belakang ketiganya, yang selanjutnya juga didekati oleh SW.
Kepada MDA, SW mengajak ngobrol dan menarik tangannya, dipaksa memegang kemaluan SW. Merasa dilecehkan, MDA pun melepaskan tangannya dan berlari mendekati kedua temannya. Ketiganya lalu kembali ke parkiran yang berada di depan Pendopo Lawas, tak jauh dari tempat kejadian.
Korban terus menangis dan oleh juru parkir sisi timur diantar ke Pos Pam Budaya. Setelah mendapat laporan dari ketiga mahasiswi ini, FKAAU langsung mencari pelaku. Tak lama, SW pun dapat diamankan di pos FKAAU yang kemudian diserahkan ke Polsek Kraton. “Saat ini masih pemberkasan di Polsek Kraton, tapi karena kejadian di Alun-Alun maka akan dilanjutkan ke Polesk Gondomanan,” ungkapnya.
Sementara itu Kapolsek Gondomanan, Kompol Purwanto, mengatakan sampai saat ini belum ada laporan resmi dari korban, sehingga belum bisa memproses kasus pelecehan seksual ini. “Delik aduan, kalau belum ada laporan belum bisa diproses,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X tekankan transparansi dan akuntabilitas dana kalurahan di Jogja. Lurah diminta cegah korupsi dan tingkatkan kesejahteraan.
PSEL Bali resmi dibangun dengan target mengolah 1.500 ton sampah per hari, menghasilkan energi listrik dan membuka sekitar 1.200 lapangan kerja hijau.
Komisi III DPR meminta Polda Metro Jaya mengusut tuntas dan transparan kasus kematian Sutrimo yang masih didalami polisi.
Perry Warjiyo mengundurkan diri sebagai Gubernur Bank Indonesia karena alasan pribadi. Destry Damayanti ditunjuk sebagai Pejabat Gubernur Sementara.
Kementerian Imipas mengungkap korban TPPO kini banyak berasal dari lulusan S1 dan S2. Modus lowongan kerja bergaji tinggi di media sosial jadi pemicu.
PDIP Sleman memperingati Kudatuli dengan diskusi dan teatrikal untuk mengenalkan sejarah demokrasi serta semangat Reformasi kepada Gen Z.