Harga Oli Pertamina Naik 17 Persen, Ini Penyebabnya
Harga oli Pertamina Lubricants naik rata-rata 17% sejak Juni 2026 akibat kenaikan biaya produksi dan tekanan nilai tukar.
Dajduk Ferianto-Antara/Suara
Harianjogja.com, BANTUL--Kenangan lucu tentang almarhum Djaduk Ferianto masih membekas di ingatan keluarganya.
Keponakan seniman multitalenta asal Jogja Djaduk Ferianto, Suci Senanti mengatakan, almarhum Djaduk dikenal sebagai seorang yang suka guyon atau bercanda baik terhadap rekan sesama seniman maupun kerabat keluarga.
"Pak Djaduk itu orangnya suka guyon (bercanda), (kalau ketemu) pasti guyon, semua orang di \'bully\'," kata Suci di rumah duka wilayah Dusun Kembaran, Desa Tamantirto, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu.
Bahkan, menurut anak kedua seniman Butet Kertadjasa yang merupakan kakak kandung almarhum Djaduk, ada salah satu kerabat keluarga yang sering mendapat sasaran guyonan dan bully-an.
"Yang paling sering dibully itu ibuku. Makanya tadi datang ke sini (rumah duka), saya masih tidak percaya, bangun-bangun, nanti yang mem-bully ibu siapa, bangun, sudah to gak usah guyon," sambung Puti Lokita, anak Elia Gupita, saudara Djaduk.
Meski awalnya masih tidak mempercayai bahwa Djaduk telah tiada, namun akhirnya keluarga menerima kepergiannya, apalagi, kata Suci, Djaduk selama ini juga dikenal sebagai seorang yang kocak dan lucu.
Djaduk mengembuskan napas terakhir karena mengalami serangan jantung pada Rabu (13/11/2019) pukul 02.30 WIB. Pemimpin grup musik Keroncong Sinten Remen itu berpulang di tengah kesibukannya menyiapkan konser musik jazz "Ngayogjazz".
"Keinginan besar saya kurang tahu, tapi rencananya ada "Ngayogjazz" pada 16 November nanti, dan tahun depan berencana ke Afrika sama Pak Butet, untuk kolaborasi sama seniman Afrika di sana," kata Suci.
Dia juga mengatakan, Djaduk Ferianto meninggal dunia diakibatkan karena terkena serangan jantung, apalagi sehari sebelum meninggal atau Selasa (12/11/2019) malam Djaduk sempat berkumpul bersama rekan-rekan Ngayogjazz, sehingga diduga almarhum mengalami kelelahan.
"Serangan jantung, gejalanya adalah tanda-tanda serangan jantung. Ada riwayat memang, kalau yang akhir-akhir ini rutin untuk cek itu diabetesnya sama asam lambung, memang ada riwayat asam lambung juga Pak Djaduk," katanya.
"Yang jelas untuk diabetes sudah cukup lama, sudah perawatan layaknya pasien diabetes, jadi memang dugaan (meninggal) karena kecapean sama mungkin serangan jantung itu," katanya.
Jenazah Djaduk disemayamkan di Padepokan Seni Bagong Kussudiharjo Kasihan, Bantul untuk dimakamkan di makam keluarga di Sembungan, Kasihan, Bantul pada pukul 15.00 WIB. Ribuan pentakziah turut mengiringi proses pemakaman almarhum aktor film asal Yogyakarta itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Harga oli Pertamina Lubricants naik rata-rata 17% sejak Juni 2026 akibat kenaikan biaya produksi dan tekanan nilai tukar.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 20 Agustus 2026 tersedia pagi hingga malam. Cek waktu keberangkatan dari tiap stasiun menuju Palur.
Sarana olahraga Sleman masih terkendala. Fasilitas dayung dan renang belum sesuai kebutuhan atlet menjelang Porda DIY XVIII 2027.
Pemda DIY menyalurkan Rp1 miliar untuk NTT terdampak gempa dan membantu mahasiswa asal NTT di Jogja melalui pangan serta keringanan kuliah.
Usulan BPIH 2027 Rp107,34 juta per jamaah naik hampir Rp20 juta. DPR meminta biaya dikaji agar rasional dan layanan tetap berkualitas.
KRI Ki Hajar Dewantara akan dijual setelah DPR menerima surpres. Simak spesifikasi, senjata, mesin, dan kemampuan kapal perang ini.