Sekolah Rakyat Digenjot, Target 100.000 Siswa Kurang Mampu
Pemerintah targetkan 100.000 siswa kurang mampu masuk Sekolah Rakyat, program pendidikan gratis tanpa pungutan.
Para tersangka kasus narkoba di Mapolres Sleman, pada Kamis (14/11/2019). Para tersangka berhasil diringkus jajaran Satresnarkoba Polres Sleman selama Operasi Narkoba Progo 2019. /Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, SLEMAN--Jajaran Satresnarkoba Polres Sleman berhasil menyita 90,27 gram narkoba golongan 1 dari 13 tersangka selama Operasi Narkoba Progo 2019 beberapa waktu lalu. Sleman masih menjadi sasaran peredaran narkoba, beberapa pengedar yang ditangkap berasal dari Jawa Tengah.
Kasatreskoba Polres Sleman, AKP Andhika Donny Hendrawan mengatakan, ke-13 tersangka berhasil diringkus dari 10 kasus yang diungkap jajarannya. "Ada lima pengedar, sisanya merupakan pengguna," katanya pada Kamis (14/11/2019).
Dari semua tersangka, polisi berhasil menyita 90,27 gram narkoba golongan 1 dengan jenis sabu, tembakau gorila, dan ganja. "Sabu paling banyak didapatkan, ada 68,8 gram," tutur Donny.
Lima pengedar narkoba yang diringkus jajaran Polres Sleman berasal dari luar DIY. Mereka masuk mengedarkan barang haram itu ke DIY. Pemesanan rata-rata melalui online.
"Ada salah satu pengedar, kami tangkap, inisial DH [Dwi Herdiayanto], barang bukti cukup banyak, dia dari Salatiga. Ada bandar besarnya, kami masih dalam tahap lidik," kata Doni.
Dalam kasus tersebut, Dwi tidak sendiri, ia dibantu Nopek dalam mengedarkan barang haram tersebut di Sleman. Dari keduanya, polisi menyita barang bukti berupa paket sabu yang dibungkus dengan berbagai bentuk untuk mengelabui aparat. Total, sabu yang disita dari keduanya sebanyak 24,35 gram.
Dari 13 tersangka, rata-rata mereka merupakan pekerja swasta yang sudah berumur di atas 30 tahun. Ada sebanyak delapan, dari 13 tersangka yang berusia di atas 30 tahun. Mereka yang ditangkap, diancam dengan Pasal 112 dan 114 UU No.35/2009 tentang Narkotika.
Sementara itu, dari sembilan pengguna yang menyalahgunakan barang haram tersebut, polisi berhasil meringkus di beberapa tempat kejadian perkara (TKP). Ada yang diringkus di Kecamatan Depok, Cangkringan, Seyegan, dan Gamping.
Kanit II Satresnarkoba Polres Sleman, Ipda Alvin Aji mengatakan, jajarannya juga meringkus sepasang suami istri [pasutri] sebagai pengguna narkoba. "Mereka [pasutri] ditangkap di kos-kosan di Gamping," ujarnya pada Kamis.
Kedua pasutri itu sudah memakai narkoba sejak Agustus. Dari keduanya polisi berhasil menyita barang bukti berupa sabu dan ganja. "Pasutri ini sudah dua kali beli sejak Agustus, yang mengajak suaminya," kata Alvin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD wisata Gunungkidul direncanakan naik Rp21 miliar. DPRD meminta perbaikan akses jalan menuju destinasi wisata digencarkan.
Pemkab Sleman menyoroti kendala face recognition Perlinsos bagi lansia dan tunanetra dalam uji coba digitalisasi perlindungan sosial.
Kiandra Ramadhipa membidik gelar juara Moto3 Junior Valencia setelah mengoleksi 64 poin dan berada di posisi kelima klasemen.
Sebanyak 15.294 pelaku usaha di Kota Jogja telah memiliki sertifikat halal. Kewajiban halal berlaku mulai 17 Oktober 2026.
PSS Sleman siap membuktikan kekuatan di laga pembuka Super League saat menghadapi Bali United di Stadion I Wayan Dipta.