Dua Pekan, 45 Orang Ditangkap di DIY karena Narkoba, Kebanyakan Mahasasiswa

Konferensi pers hasil Operasi Narkoba Progo 2019 di Mapolda DIY, Kamis (24/10/2019). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
24 Oktober 2019 20:27 WIB Fahmi Ahmad Burhan Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Jajaran Polda DIY meringkus 45 orang dan menetapkannya sebagai tersangka penyalahgunaan narkoba selama gelaran Operasi Narkoba Progo 2019. Mayoritas orang yang ditangkap adalah mahasiswa.

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yuliyanto, mengatakan Operasi Narkoba Progo 2019 digelar selama 14 hari mulai 23 September sampai 6 Oktober. "Selama 14 hari, dari awalnya target operasi 19 orang, petugas berhasil meringkus 45 orang," kata Yuliyanto saat gelar kasus di Mapolda DIY, Kamis (24/10/2019).

Ia mengatakan, dari puluhan pelaku yang ditangkap rata-rata merupakan pengguna dan paling banyak berasal dari kalangan mahasiswa. Berdasar pendataan, 14 orang berstatus mahasiswa yang ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka. Untuk rentang usia, total ada 22 orang tersangka yang berusia 20 sampai 24 tahun, tujuh orang berusia antara 25 sampai 30 tahun,  dan sisanya lebih dari 30 tahun.

"Dari hasil operasi, barang bukti yang berhasil disita antara lain ganja, tembakau gorila, sabu-sabu, psikotropika golongan IV, dan obat berbahaya," kata Yuliyanto.

Direktur Reserse Narkoba Polda DIY, Kombes Pol Jamalludin Farti, mengatakan dari kasus penyalahgunaan narkoba yang berhasil diungkap, tembakau gorila menjadi favorit akhir-akhir ini. "Tembakau gorila menjadi favorit para pengguna karena harganya murah, kalau sabu-sabu mahal," tuturnya.

Dari hasil pemeriksaan, modus peredaran narkoba tersebut rata-rata menggunakan sistem pemesanan lewat jaringan online. Peredaran narkoba yang masuk ke wilayah DIY berasal dari Jawa Tengah. "Dari total 45 tersangka, yang ditangani Polda DIY hanya delapan orang tersangka, sisanya ditangani jajaran polres dan polresta di DIY,” kata Jamalludin.