Sempat Melesat di Kualifikasi Moto3 Junior, Ramadhipa Raih 9 Poin
Pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) yang turun di ajang Moto3 Junior World Championship, M. Kiandra Ramadhipa, tampil kompetitif sepanjang balapan
Narasumber dan peserta Kampanye Sadar Wisata 2019 yang digelar Dinas Pariwisata DIY berfoto bersama di Sendang Payungan, Dusun Payungan, Desa Triharjo, Kecamatan Pandak, Bantul, Jumat (15/11/2019)./Istimewa-Dispar DIY
Harianjogja.com, BANTUL—Kesadaran masyarakat akan pariwisata menjadi aspek yang sangat penting dalam pengembangan wisata suatu daerah.
Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pariwisata API, Endang Widayati, menilai banyak objek wisata yang sudah maju di Bantul, namun kesadaran masyarakatnya masih kurang sehingga kesulitan dalam menerapkan Sapta Pesona Wisata. Padahal Sapta Pesona Wisata merupakan fondasi dasar mengembangkan objek wisata dan mempertahankannya.
“Pentingnya masyarakat memahami sadar wisata. Setelah sadar wisata terbangun maka akan mudah menerapkan Sapta Pesona Pariwisata,” kata Endang dalam Kampanye Sadar Wisata 2019 yang digelar Dinas Pariwisata (Dispar) DIY di kawasan wisata Sendang Payungan, Dusun Payungan, Desa Triharjo, Kecamatan Pandak, Bantul, Jumat (15/11/2019).
Sapta Pesona Wisata, kata dia, masing-masing adalah aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan. Aman berarti wisatawan merasa aman saat berkunjung ke objek wisata dari berbagai gangguan; tertib dari sisi lalu lintas, parkir, tidak terjadi penumpukan; menjaga kebersihan objek wisata, kulinernya, sampai pengelolanya; terasa sejuk dan indah dipandang yang salah satunya dibuktikan dengan banyaknya tanaman penghijau.
Selain itu ramah dan kenangan juga diperlukan, karena wisatawan akan mengingat bagaimana sikap pengelola wisata maupun masyarakat sekitar objek wisata yang dikunjungi wisatawan. Dengan demikian masyarakat akan terdorong untuk datang kembali ke objek wisata yang sama di kemudian hari.
Kasi Kelembagaan Bidang Pengembangan Kapasitas Dinas Pariwisata DIY Sri Purwanti mengatakan kampanye sadar wisata digelar untuk memberikan pehamanan kepada masyarakat akan pentingnya sadar wisata. Dalam waktu dua bulan ini pihaknya menggencarkan kampanye tersebut di sejumlah tempat. “Sebelum mengembangkan destinasi wisatanya maka sumber daya manusianya juga harus dibekali, salah satunya dengan sosialisasi dan kampanye sadar wisata ini,” kata dia.
Dalam Kampanye Sadar Wisata yang diikuti sekitar 40 warga dan pelaku wisata tersebut, para peserta cukup aktif. Selain Endang Widayati dan Sri Purwanti, narasumber dalam kegiatan tersebut adalah Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY, Joko Purnomo.
Joko berharap masyarakat aktif dalam mengembangkan destinasi wisata dan menyampaikan pada pemerintah setempat terkait kebutuhan dan sarana prasarana penunjang wisata. “Kami juga bakal mengawal kebijakan pengembangan kepariwisataan,” ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) yang turun di ajang Moto3 Junior World Championship, M. Kiandra Ramadhipa, tampil kompetitif sepanjang balapan
Uji emisi gratis digelar Pemkot Jogja pada 22 dan 24 September 2026 di Plaza Balaikota. Catat jadwal dan lokasinya.
Topan Dujuan menerjang Jepang, hampir 2 juta warga diperintahkan evakuasi. Puluhan ribu warga terdampak listrik padam dan layanan transportasi terganggu.
Mentan Amran menyebut pengembangan bioetanol nasional berpotensi menciptakan 8 juta lapangan kerja melalui tebu, singkong, dan jagung.
Jadwal bus KSPN Malioboro-Parangtritis dan tarif Rp12.000. Cek jadwal keberangkatan menuju Pantai Parangtritis dan sebaliknya.
Prakiraan cuaca Jogja hari ini, Selasa 22 September 2026, dominan berawan. Suhu di DIY diprediksi mencapai 32 derajat Celsius.